Akurat

Ukraina Serang Pabrik Rudal Hipersonik Rusia di Udmurt

Fitra Iskandar | 22 Februari 2026, 10:19 WIB
Ukraina Serang Pabrik Rudal Hipersonik Rusia di Udmurt

AKURAT.CO Pasukan Pertahanan Ukraina melancarkan serangan ke fasilitas produksi rudal Rusia pada Jumat (21/2) malam waktu setempat. Target serangan adalah Pabrik Mesin Votkinsk di Republik Udmurt, Rusia, yang memproduksi sejumlah sistem rudal andalan Moskow.

Laporan media Ukraina menyebut serangan dilakukan menggunakan drone tempur. Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina pada Sabtu mengonfirmasi operasi tersebut.

“Pada malam 21 Februari, unit Pasukan Rudal dan Artileri Angkatan Bersenjata Ukraina melancarkan serangan menggunakan rudal jelajah FP-5 Flamingo. Sasaran adalah perusahaan industri pertahanan—Pabrik Votkinsk di Kota Votkinsk,” demikian pernyataan resmi militer Ukraina.

Militer Ukraina menyebut terjadi kebakaran di area fasilitas tersebut. “Hasil serangan masih dalam proses verifikasi,” lanjut pernyataan itu.

Pabrik Votkinsk diketahui memproduksi rudal hipersonik Iskander dan Oreshnik, dua sistem senjata yang termasuk paling cepat dan mematikan milik Rusia.

Rudal Iskander merupakan sistem peluncur bergerak yang dipasang di kendaraan militer dan dapat membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir. Beberapa variannya memiliki jangkauan hingga sekitar 500 kilometer dan mampu melesat dengan kecepatan hingga Mach 7.

Sementara itu, rudal balistik jarak menengah Oreshnik dapat menjangkau hingga sekitar 1.600 kilometer, bahkan disebut bisa melebihi 4.800 kilometer pada varian tertentu. Rudal ini juga dapat membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir dan melaju hingga Mach 11 atau sekitar 8.000 mil per jam.

Republik Udmurt terletak sekitar 1.240 kilometer di timur Moskow dan sekitar 2.100 kilometer timur laut Kyiv.

Selain pabrik rudal, Pasukan Pertahanan Ukraina juga menargetkan Pabrik Pengolahan Gas Neftegorsk di Wilayah Samara, Rusia, serta fasilitas penyimpanan bahan bakar di wilayah Donetsk yang dikuasai Rusia.

Sejauh ini, tingkat kerusakan akibat rangkaian serangan tersebut masih dalam tahap penilaian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.