Akurat

Fakta-Fakta Tewasnya Bos Kartel CJNG El Mencho yang Membuat Meksiko Mencekam

Fitra Iskandar | 23 Februari 2026, 18:28 WIB
Fakta-Fakta Tewasnya Bos Kartel CJNG El Mencho yang Membuat Meksiko Mencekam

AKURAT.CO Gembong narkoba paling diburu di Meksiko, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, tewas dalam operasi militer di Tapalpa, Negara Bagian Jalisco, Minggu (waktu setempat). Operasi tersebut disebut memanfaatkan dukungan intelijen dari Amerika Serikat (AS).

Kematian pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG) itu memicu gelombang kekerasan di sejumlah wilayah dan membuat situasi keamanan Meksiko mencekam. Berikut fakta-faktanya:

El Mencho Ditembak dalam Operasi Militer

Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan operasi melibatkan Angkatan Udara Meksiko dan Pasukan Reaksi Cepat Garda Nasional.

Dalam baku tembak, empat anggota CJNG tewas di lokasi. Tiga lainnya, termasuk El Mencho, mengalami luka serius dan kemudian meninggal dunia. Dua tersangka lain ditangkap.

Aparat juga menyita kendaraan lapis baja dan persenjataan berat, termasuk peluncur roket yang disebut mampu menembak jatuh pesawat dan menghancurkan kendaraan tempur.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Pardo meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi pemerintah.

Siapa El Mencho?

El Mencho, 59 tahun, merupakan pendiri sekaligus pemimpin CJNG, salah satu kartel narkoba terkuat di Meksiko.

Ia berasal dari Michoacán dan sempat bermigrasi secara ilegal ke California pada 1980-an sebelum dideportasi. Setelah kembali ke Meksiko, ia pernah menjadi polisi sebelum terjun penuh ke dunia kartel.

Pada 2009, ia mendirikan CJNG yang berkembang menjadi jaringan besar penyelundup kokain, metamfetamin, dan fentanyl ke AS.

Badan Antinarkotika AS (DEA) menyebut CJNG memiliki pengaruh di hampir seluruh 50 negara bagian AS dan setara kekuatannya dengan Kartel Sinaloa.

Pemerintah AS sejak 2017 beberapa kali mendakwa El Mencho atas kasus perdagangan narkoba. Pada Desember 2024, Departemen Luar Negeri AS menaikkan hadiah buronan menjadi 15 juta dolar AS.

Peran Intelijen Amerika Serikat

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa AS memberikan “dukungan intelijen” untuk membantu operasi tersebut.

Kementerian Pertahanan Meksiko menyebut otoritas AS memberikan informasi pelengkap yang membantu pelaksanaan operasi. Namun, pejabat Meksiko menegaskan tidak ada personel militer AS yang terlibat langsung di lapangan.

Laporan Reuters menyebut satuan tugas gabungan baru AS, Joint Interagency Task Force-Counter Cartel, turut berperan dalam penyediaan data target.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris asing. Kebijakan itu membuka ruang keterlibatan lebih besar militer AS dalam perang melawan kartel narkoba, meski menuai kritik terkait aspek hukum internasional.

Tekanan Politik dan Perang Melawan Kartel

Pemerintahan Trump dalam beberapa bulan terakhir menekan Meksiko agar lebih agresif memberantas kartel, termasuk melalui ancaman tarif perdagangan.

Meksiko telah mengerahkan sekitar 10.000 personel Garda Nasional dan militer ke perbatasan AS untuk menekan penyelundupan narkoba dan migrasi ilegal.

Pemerintah juga menyerahkan hampir 100 tersangka anggota geng kriminal ke otoritas AS.

Presiden Sheinbaum turut melakukan pembersihan internal. Awal bulan ini, Wali Kota Tequila, Diego Rivera, ditangkap bersama tiga pejabat lokal atas dugaan kolusi dengan CJNG dalam skema pemerasan.

Kekerasan Meledak Pasca Kematian

Pasca tewasnya El Mencho, kelompok kriminal diduga melakukan aksi balasan.

Di Guadalajara, yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026, beredar video yang menunjukkan SPBU dibakar. Media lokal melaporkan baku tembak dan bentrokan geng di sejumlah titik Jalisco.

Di Puerto Vallarta, kota wisata populer, asap terlihat membumbung akibat ledakan dan pembakaran kendaraan untuk memblokade jalan. Kabinet Keamanan Meksiko melaporkan sedikitnya empat blokade jalan masih berlangsung hingga Minggu malam.

Kedutaan Besar AS di Meksiko mengeluarkan peringatan agar warga AS berlindung di tempat di sejumlah negara bagian, termasuk Jalisco. Maskapai Meksiko dan Air Canada sempat menangguhkan penerbangan ke Puerto Vallarta.

Sekolah dan Aktivitas Publik Dihentikan

Gubernur Jalisco Pablo Lemus Navarro menetapkan status “kode merah” dan meminta warga tetap di rumah. Kegiatan sekolah, transportasi, dan aktivitas publik dihentikan sementara.

Liga sepak bola Meksiko, Liga BBVA MX, menunda pertandingan yang dijadwalkan di Guadalajara dan Querétaro.

Meski demikian, kantor pemerintahan dan rumah sakit di Jalisco dilaporkan tetap beroperasi normal.

Kematian El Mencho menjadi pukulan besar bagi CJNG, namun juga memicu ketegangan baru di Meksiko. Pemerintah kini menghadapi tantangan untuk menstabilkan situasi keamanan dan mencegah eskalasi kekerasan lanjutan di wilayah yang dikuasai kartel.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.