Akurat

Presiden Meksiko Ancam Gugat Elon Musk Usai Dituding Terkait Kartel Narkoba

Fitra Iskandar | 25 Februari 2026, 11:41 WIB
Presiden Meksiko Ancam Gugat Elon Musk Usai Dituding Terkait Kartel Narkoba

AKURAT.CO Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap miliarder teknologi Elon Musk. Pernyataan itu muncul setelah Musk menuding Sheinbaum memiliki keterkaitan dengan kartel narkoba.

Tuduhan tersebut disampaikan Musk melalui platform media sosial X, menyusul operasi aparat keamanan Meksiko yang berujung pada penangkapan dan tewasnya pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG), Nemesio Oseguera, yang dikenal dengan julukan “El Mencho”.

Dalam unggahannya, Musk merespons video tahun 2025 yang menampilkan pernyataan Sheinbaum terkait kekerasan kartel. Ia menuding presiden Meksiko itu “mengatakan apa yang diperintahkan oleh bos kartelnya,” tanpa menyertakan bukti tambahan.

“Kami sedang mempertimbangkan apakah akan mengambil tindakan hukum,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers pagi hariannya. Ia menambahkan bahwa tim pengacara pemerintah tengah meninjau persoalan tersebut.

Tantangan Gugatan di Amerika Serikat

Upaya hukum terhadap Musk di Amerika Serikat diperkirakan tidak mudah. Perlindungan kebebasan berbicara di AS sangat kuat, sehingga dalam kasus pencemaran nama baik, pihak penggugat harus membuktikan bahwa pernyataan yang disampaikan diketahui palsu atau disampaikan dengan mengabaikan kebenaran secara sembrono.

Perusahaan otomotif milik Musk, Tesla, belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Sheinbaum.

Sikap Soal “Perang Melawan Narkoba”

Dalam video yang dikutip Musk, Sheinbaum menegaskan bahwa kembali ke pendekatan “perang melawan narkoba” bukanlah opsi yang bisa ditempuh.

“Kembali ke perang melawan narkoba bukanlah pilihan … itu berada di luar kerangka hukum,” ujar Sheinbaum saat itu.

Sebagai catatan, ofensif militer terhadap kartel narkoba yang dimulai pada 2006 di bawah pemerintahan mantan Presiden Felipe Calderon memicu konflik berdarah antar-kelompok kriminal. Fragmentasi kartel kala itu memicu spiral kekerasan yang oleh banyak analis dinilai berkontribusi pada tingginya angka pembunuhan di Meksiko hingga saat ini.

Pemerintah Tegaskan Fokus pada Perdamaian

Sheinbaum juga menyampaikan bahwa situasi keamanan di Meksiko diharapkan kembali normal setelah anggota kartel melakukan serangkaian blokade jalan dan aksi pembakaran kendaraan menyusul operasi pemerintah terhadap Oseguera pada Minggu lalu.

Menanggapi pertanyaan apakah operasi tersebut menandai kembalinya pendekatan keamanan yang lebih keras, Sheinbaum menegaskan hal itu tidak akan terjadi.

“Penahanan tersangka kriminal dengan surat perintah penangkapan bisa memicu situasi seperti ini, tetapi kami mencari perdamaian, bukan perang,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Partai MORENA yang berkuasa, Luisa Alcalde, turut bereaksi di media sosial. Ia menyatakan Musk seharusnya menggunakan platform dan pengaruhnya untuk memerangi konsumsi narkoba, kecanduan, disinformasi, serta menghentikan promosi budaya narkokartel.

“Kekayaan tidak memberi otoritas moral,” tulisnya. “Nyawa yang hilang dalam konflik ini, yang sering kali dipicu oleh konsumsi di negara lain, jauh lebih berharga daripada kekayaan apa pun yang dikumpulkan di Silicon Valley.”

Kasus ini berpotensi memicu ketegangan diplomatik dan perdebatan luas mengenai batas kebebasan berpendapat, tanggung jawab tokoh publik, serta dinamika perang melawan narkoba di kawasan Amerika Latin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.