Akurat

Prajogo Pangestu Melesat ke Peringkat 59 Miliarder Dunia, Ungguli Elon Musk

Ratu Tiara | 16 Juli 2025, 11:46 WIB
Prajogo Pangestu Melesat ke Peringkat 59 Miliarder Dunia, Ungguli Elon Musk
 
AKURAT.CO Nama Prajogo Pangestu, pemilik Barito Group, terus mencuri perhatian global.
 
Berdasarkan data real-time terbaru, kekayaan harian Prajogo melonjak drastis, menempatkannya sejajar dengan deretan konglomerat top dunia. Yang paling mengejutkan, peningkatan kekayaannya dalam satu hari bahkan melampaui angka yang dicatatkan oleh pendiri Tesla, Elon Musk.
 
Menurut Forbes Real-Time Billionaires Index per 15 Juli 2025, kekayaan bersih Prajogo Pangestu telah mencapai US$32,2 miliar. Angka ini menempatkannya di posisi ke-59 orang terkaya di dunia, sebuah lompatan signifikan yang menegaskan posisinya sebagai salah satu miliarder terkemuka secara global.
 
Dalam satu hari perdagangan saja, harta Prajogo bertambah luar biasa sebesar US$4,5 miliar (sekitar Rp 71,59 triliun). Angka ini menjadikannya top winner atau konglomerat dengan penambahan kekayaan bersih terbanyak saat ini.
 
Sebagai perbandingan, peningkatan ini lebih besar dibandingkan dengan yang dicatatkan oleh Elon Musk, yang kekayaannya naik naik US$ 1,9 miliar.
 
Penting untuk dicatat bahwa meskipun peningkatan pendapatannya melampaui Elon Musk dalam satu hari, total kekayaan bersih Elon Musk yang saat ini berada di peringkat teratas atau sangat tinggi di dunia masih jauh lebih besar daripada Prajogo Pangestu. 
 
Mereka bersanding dalam konteks daftar konglomerat dengan penambahan harta terbesar, bukan dalam total kekayaan bersih keseluruhan.
 
Di kancah domestik, Prajogo kini berada di antara jajaran teratas individu terkaya yang beroperasi di Indonesia, bersama nama-nama besar seperti Low Tuck Kwong, Bayan Resources, serta duo Hartono bersaudara, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono dari Grup Djarum.
 

Katalis di Balik Meroketnya Harta Prajogo Saham-Saham Barito Group

Kenaikan fantastis kekayaan Prajogo tidak lepas dari performa gemilang saham-saham perusahaannya di Bursa Efek Indonesia. Berikut adalah beberapa pendorong utamanya:
 
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Saham BREN melonjak 20% dan mencapai batas Auto Reject Atas (ARA) pada penutupan perdagangan.
 
PT Petrosea Tbk (PTRO): Saham PTRO juga mengalami ARA dengan kenaikan 25%.
 
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Saham CUAN menunjukkan performa kuat dengan kenaikan 17,22%.
 

Dampak Pencabutan Perlakuan Khusus MSCI

Pemicu utama lonjakan saham BREN, PTRO, dan CUAN adalah pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). MSCI memutuskan untuk mencabut perlakuan khusus pada ketiga saham tersebut, yang akan berlaku di bursa saham Indonesia dan Taiwan pada periode Agustus 2025.
 
Dengan demikian, ketiga saham ini akan dievaluasi sesuai dengan metodologi standar MSCI Global Investable Market Indexes Methodology (GIMI).
 
“Tiga saham tak lagi dapat perlakuan khusus dan akan dievaluasi normal: Barito Renewables Energy (BREN), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan Petrosea (PTRO),” tulis MSCI dalam keterangannya.
 
Keputusan ini memberikan sinyal positif bagi investor, karena menunjukkan bahwa saham-saham tersebut kini dianggap memiliki fundamental yang kuat untuk dievaluasi secara reguler.
 
Selain itu, harta Prajogo juga terus bertambah seiring dengan performa cemerlang perusahaan terbarunya yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia, Chandra Daya Investasi (CDIA).
 
Sejak IPO pada 9 Juli 2025, CDIA konsisten mengalami ARA berjilid-jilid, menandakan tingginya minat pasar terhadap prospek perusahaan ini.
 
Kisah Prajogo Pangestu ini menjadi contoh nyata bagaimana kecepatan perubahan di pasar modal dapat mengubah hierarki kekayaan dalam waktu singkat, menempatkan para pemain baru di panggung global bersama para titan industri.
 
Bayu Aji Pamungkas (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R