Pemerintah India Tambah Hak Diaspora: Keturunan India di Malaysia hingga Generasi Keenam Diakui

AKURAT.CO Pemerintah India memperluas kesempatan bagi warga Malaysia keturunan India untuk mendaftar sebagai Overseas Citizens of India (OCI) atau Warga Negara India di Luar Negeri. Kini, hak pendaftaran tersebut mencakup hingga generasi keenam keturunan dari mereka yang tergolong Persons of Indian Origin (PIO).
Kebijakan baru ini diumumkan oleh Komisi Tinggi India di Malaysia dalam pernyataan resminya, menyusul hasil KTT ASEAN-India ke-22 yang dihadiri secara virtual oleh Perdana Menteri India Narendra Modi. Keputusan ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri India Dr. S. Jaishankar dan Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan di sela-sela KTT ASEAN ke-47 dan pertemuan terkait yang digelar awal pekan ini.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antarwarga (people-to-people ties) antara India dan Malaysia, sekaligus mendorong kerja sama akademik dan kebudayaan yang telah terjalin antara kedua negara.
Sebagai bagian dari kebijakan baru ini, India juga menambah dana beasiswa sebesar RM 3 juta untuk memperkuat Indian Scholarship and Trust Fund (ISTF) — program bantuan keuangan satu kali bagi pelajar keturunan India di Malaysia yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Selain itu, Komisi Tinggi India mengumumkan bahwa Profesor A. Chellaperumal, seorang akademisi dan antropolog ternama asal India, telah bergabung dengan Universiti Malaya sebagai Ketua Thiruvalluvar untuk Kajian India di bawah naungan Indian Council for Cultural Relations (ICCR) sejak awal bulan ini.
Jabatan akademik ini merupakan tindak lanjut dari komitmen yang diumumkan oleh Perdana Menteri Narendra Modi saat kunjungan resmi Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim ke India pada tahun 2024.
Melalui kebijakan tersebut, India berharap dapat semakin mempererat hubungan sejarah dan kebudayaan dengan komunitas keturunan India di Malaysia, yang selama ini menjadi jembatan penting dalam diplomasi sosial, ekonomi, dan pendidikan kedua negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






