Akurat

Trump Minta Bantuan China untuk Akhiri Perang Rusia–Ukraina

Kumoro Damarjati | 25 Oktober 2025, 22:18 WIB
Trump Minta Bantuan China untuk Akhiri Perang Rusia–Ukraina


AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya agar China turut membantu menyelesaikan konflik antara Rusia dan Ukraina. Hal itu disampaikannya saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan menuju Asia untuk melakukan kunjungan diplomatik singkat, termasuk bertemu Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan.

“Saya ingin China membantu kami menghadapi Rusia,” ujar Trump kepada wartawan, seperti dikutip sejumlah media internasional, Jumat (24/10/2025).

Pernyataan tersebut muncul di tengah hubungan erat Beijing dan Moskow. China diketahui menjadi sekutu utama Rusia sejak diberlakukannya sanksi ekonomi oleh negara-negara Barat akibat invasi ke Ukraina.

Trump menyampaikan harapan itu setelah pekan sulit bagi Kyiv. Amerika Serikat menolak permintaan Ukraina untuk mengirim rudal jelajah Tomahawk, sementara para pemimpin Uni Eropa tidak juga mencairkan dana hasil pembekuan aset Rusia yang rencananya akan digunakan untuk membantu pertahanan Ukraina.

Selama beberapa bulan terakhir, Trump menjadikan upaya mengakhiri perang Rusia–Ukraina sebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Namun, rencana gencatan senjata yang dijanjikannya dalam kampanye belum membuahkan hasil. Pertemuan puncaknya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Agustus lalu juga gagal menghasilkan kesepakatan konkret.

“Setiap kali saya berbicara dengan Vladimir, pembicaraan kami berjalan baik, tapi hasilnya tidak ada,” kata Trump awal pekan ini.

Sebagai langkah lanjutan, Trump pada Rabu lalu mengumumkan sanksi baru terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia — intervensi langsung pertama pemerintahannya terhadap Moskow terkait perang tersebut. Meski demikian, Kremlin menegaskan bahwa ekonominya “kebal” dari sanksi tersebut.

Trump dijadwalkan bertemu Xi Jinping pada Kamis mendatang. Pertemuan itu awalnya difokuskan pada isu perdagangan antara AS dan China, namun Trump mengatakan dirinya akan membahas “semua hal”, termasuk perang di Ukraina.

“Saya punya hubungan yang sangat baik dengan Presiden Xi. Saya tahu dia juga ingin perang ini segera berakhir,” kata Trump.

Sebelumnya, Trump menyebut Xi memiliki pengaruh besar terhadap Putin dan berharap Beijing bisa berperan sebagai mediator.

China sendiri tidak pernah mengecam invasi Rusia ke Ukraina. Sebaliknya, negara itu dituding oleh AS dan sekutunya membantu Moskow secara tidak langsung melalui pembelian minyak Rusia dan pasokan material “dual-use” yang bisa digunakan untuk kepentingan militer.

Sementara itu, hubungan Rusia dan China kian erat setelah kedua negara, bersama Korea Utara, memperlihatkan solidaritas dalam pertemuan tingkat tinggi di Beijing bulan lalu.

Di Ukraina, serangan udara Rusia terus berlanjut, termasuk di ibu kota Kyiv yang menyebabkan sejumlah korban jiwa. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali menyerukan dukungan internasional bagi negaranya. “Tidak ada satu pun negara yang boleh dibiarkan sendirian menghadapi kejahatan seperti ini,” tulisnya di Telegram.

Di sisi lain, otoritas Rusia di wilayah Belgorod memerintahkan warga mengungsi setelah serangan Ukraina terhadap bendungan setempat menimbulkan risiko banjir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.