Serangan Militer AS Hantam Kapal Venezuela Pembawa Narkoba, Tiga Tewas

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Senin bahwa militer AS kembali melancarkan serangan terarah terhadap kapal Venezuela yang diduga mengangkut narkoba, menewaskan tiga orang. Operasi ini dilakukan hanya dua minggu setelah serangan pertama terhadap sebuah speedboat Venezuela yang juga disinyalir terlibat dalam perdagangan narkoba internasional.
Trump menegaskan lewat unggahan daring bahwa kartel narkoba internasional adalah ancaman serius bagi keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS. “Aktivitas terlarang kartel-kartel ini telah menimbulkan konsekuensi mengerikan bagi masyarakat Amerika selama beberapa dekade,” tulisnya, sembari menekankan tidak ada pasukan AS yang terluka.
Tuduhan Keterlibatan Kartel Tren de Aragua
Serangan pertama disebut-sebut menargetkan anggota Tren de Aragua, sindikat narkoba yang sudah dicap sebagai organisasi teroris oleh Departemen Luar Negeri AS. Namun, pejabat AS belum mengonfirmasi apakah serangan kedua juga terkait kartel tersebut. Beberapa anggota Kongres bahkan meragukan bukti yang mengaitkan kelompok itu dengan kapal-kapal yang diserang.
Pemerintah AS memperluas operasi penegakan hukum, termasuk dengan menggunakan sebagian ketentuan Undang-Undang Musuh Asing (ACA) untuk menangani dugaan infiltrasi anggota kartel ke Amerika Serikat. Namun, pengadilan federal mengkritik penggunaan ACA yang dinilai berlebihan, termasuk dalam upaya mendeportasi warga Venezuela.
Dugaan Koneksi dengan Cártel de los Soles dan Maduro
Washington menuding Tren de Aragua berkoordinasi dengan Cártel de los Soles, kelompok yang diyakini berada di bawah kendali Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan pemimpin dunia lain terus menolak mengakui pemerintahan Maduro, sementara Departemen Luar Negeri AS menawarkan hadiah hingga USD 50 juta bagi siapa saja yang memberikan informasi yang bisa menjerat Maduro.
Maduro Kecam “Serangan Keji”
Maduro mengecam serangan militer AS sebagai “kejahatan keji” dan “serangan terhadap warga sipil”, menuding retorika antinarkoba pemerintahan Trump hanya dalih untuk menggulingkan rezim demi kepentingan minyak.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah ketegangan imigrasi AS serta gugatan hukum terkait migran Venezuela. Pada Agustus lalu, pengadilan federal membatalkan keputusan pemerintah yang mencabut Status Perlindungan Sementara bagi migran Venezuela dan menghentikan penuntutan pidana terhadap pejabat yang terlibat dalam penculikan tersangka anggota Tren de Aragua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









