Serangan Udara Rusia Tewaskan 24 Lansia di Ukraina Timur, Zelensky Desak Tekanan Global

AKURAT.CO Serangan udara Rusia dilaporkan menewaskan 24 lansia yang sedang menerima dana pensiun di sebuah desa di Ukraina timur, kata para pejabat pada Selasa (9/9). Hal ini mendorong Presiden Volodymyr Zelensky untuk mendesak sekutu Kiev agar meningkatkan tekanan pada Moskow agar mengakhiri perang.
Pasukan Rusia telah melancarkan serangan gencar di sebagian besar wilayah Donetsk timur karena upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian dalam perang yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun sebagian besar terhenti.
Zelensky mengatakan sebuah bom berpemandu telah menghantam desa Yarova, sekitar 24 km dari kota Sloviansk, benteng Ukraina, dan beberapa kilometer di belakang garis depan.
"Langsung mengenai orang-orang. Warga sipil biasa. Tepat pada saat dana pensiun sedang dicairkan," tulisnya di akun X bersama rekaman yang menunjukkan mayat-mayat berserakan di tanah.
Dua puluh empat orang tewas dan 19 orang lainnya luka-luka, kata Layanan Darurat Negara. Semua korban tewas adalah lansia, kata gubernur wilayah tersebut, Vadym Filashkin.
"Dunia tidak boleh tinggal diam," kata Zelenskiy. "Dunia tidak boleh tinggal diam. Respons dibutuhkan dari Amerika Serikat. Respons dibutuhkan dari Eropa. Respons dibutuhkan dari G20."
Beberapa jam setelah serangan pagi itu, para pekerja masih menggali puing-puing dan barang-barang pribadi yang berserakan di halaman. Sebuah ponsel hitam kecil berdering tanpa jawaban.
"Siapa yang tersisa di sini? Semua pensiunan dan lansia," kata penduduk setempat, Vasyl Nehoduyko, 65 tahun. "Tidak ada orang lain."
Ia menambahkan bahwa ia melihat apa yang ia gambarkan sebagai pesawat tanpa awak pengintai terbang di atas kepala sebelum serangan.
Rusia tidak segera mengomentari serangan itu. Moskow membantah menargetkan warga sipil, tetapi puluhan ribu orang telah tewas sejak invasi skala penuhnya pada Februari 2022.
Pekan lalu, serangan udara Rusia di dekat kota Chernihiv di Ukraina utara menewaskan dua orang dari misi penjinakan ranjau kemanusiaan yang disponsori Denmark.
"Apakah ini yang dimaksud Rusia ketika berbicara tentang perdamaian? Kapan Rusia akan berhenti membunuh orang?" tulis Presiden Dewan Eropa Antonio Costa di X.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









