Akurat

Indonesia Resmi Jadi Anggota BRICS Penuh Terbaru, Tren Dedolarisasi Kian Menguat?

Sultan Tanjung | 7 Januari 2025, 13:25 WIB
Indonesia Resmi Jadi Anggota BRICS Penuh Terbaru, Tren Dedolarisasi Kian Menguat?

 

AKURAT.CO BRICS adalah organisasi internasional yang terdiri dari negara-negara berkembang dengan tujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, politik, dan budaya di antara anggotanya.

Awalnya, BRICS terdiri dari lima negara: Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Namun, seiring berjalannya waktu, organisasi ini terus berkembang dengan menambahkan anggota baru.

Artikel ini akan membahas negara-negara terbaru yang bergabung dengan BRICS dan peran Indonesia yang termasuk di dalamnya.

Baca Juga: Kemlu RI Klarifikasi Momen Erdogan Walk Out saat Prabowo Berpidato di KTT D-8

Apa Itu BRICS?

BRICS adalah singkatan dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Organisasi ini dibentuk pada tahun 2009 dengan tujuan untuk menciptakan aliansi ekonomi yang kuat di antara negara-negara berkembang.

BRICS berfokus pada kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, pembangunan infrastruktur, dan reformasi institusi global.

Anggota Terbaru BRICS

Pada tahun 2025, BRICS mengumumkan Indonesia sebagai anggota baru. Penambahan beberapa anggota baru terjadi juga 2024. Berikut adalah negara-negara terbaru yang bergabung dengan BRICS:

  • Indonesia
    Deskripsi: Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS pada Januari 2025. Keanggotaan Indonesia pertama kali disepakati pada KTT BRICS di Johannesburg pada Agustus 2023, dan secara resmi dinyatakan setelah pemerintahan baru Indonesia terbentuk di bawah Presiden Prabowo Subianto.
    Alasan Bergabung: Indonesia memiliki kesamaan pandangan dengan anggota BRICS lainnya terkait reformasi global dan kerja sama Selatan-Selatan.

  • Mesir
    Deskripsi: Mesir bergabung dengan BRICS sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan ekonomi dan politik dengan negara-negara berkembang lainnya.

  • Iran
    Deskripsi: Iran menjadi anggota BRICS untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada negara-negara Barat.

  • Uni Emirat Arab
    Deskripsi: Uni Emirat Arab menjadi anggota BRICS untuk memperkuat hubungan ekonomi dan politik dengan negara-negara anggota lainnya.

  • Etiopia
    Deskripsi: Etiopia bergabung dengan BRICS untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan politik dengan negara-negara berkembang lainnya.

Peran Indonesia dalam BRICS

Sebagai anggota baru BRICS, Indonesia diharapkan dapat berkontribusi secara positif dalam berbagai isu global.

Dengan populasi dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung reformasi institusi global dan memperkuat kerja sama antara negara-negara Selatan Global.

Keanggotaan Indonesia di BRICS juga diharapkan dapat meningkatkan investasi dan perdagangan dengan negara-negara anggota lainnya.

Menurut Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina, bergabungnya Indonesia dengan BRICS merupakan langkah strategis yang dapat meningkatkan posisi tawar Indonesia di kancah global.

Dalam wawancara dengan ANTARA, Wijayanto menyatakan, "Saya rasa keputusan menjadi anggota BRICS adalah tepat, sepanjang kita juga tetap mendorong proses membership OECD.

Indonesia adalah kekuatan ekonomi potensial di dunia ini, potensi itu harus diunlock dengan lebih berani mengambil sikap.

Keputusan bergabung BRICS justru akan meningkatkan posisi tawar Indonesia di mata OECD yang selama ini seolah kita diposisikan tidak setara dengan negara lain."

Terkait agenda dedolarisasi yang menjadi salah satu prioritas BRICS, Wijayanto menilai bahwa fenomena ini akan terjadi secara alami seiring dengan menurunnya dominasi ekonomi Amerika Serikat.

"Tren dedolarisasi akan lebih banyak terjadi dalam konteks perdagangan antaranggota BRICS, seperti yang telah diterapkan China dan Rusia dengan menggunakan mata uang lokal untuk 90 persen transaksi ekspor-impor mereka," katanya.

Namun, dia juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak perlu menjadikan dedolarisasi sebagai gerakan ekonomi-politik. "Kendatipun demikian, kita tidak perlu menjadikan dedolarisasi sebagai gerakan ekonomi-politik, ini akan kontraproduktif dan diluar kepentingan kita," tambah Wijayanto.

Lebih lanjut, Wijayanto mengungkapkan bahwa Indonesia dapat memanfaatkan keanggotaan ini untuk memperkuat kerja sama di bidang teknologi, ketahanan pangan, dan perubahan iklim, serta memiliki kesempatan untuk ikut menentukan arah organisasi tersebut.

Sambutan Kementerian Luar Negeri RI

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dalam pernyataan resminya menyambut baik keanggotaan penuh Indonesia di BRICS.

Kemlu mengungkapkan komitmennya untuk berkontribusi secara aktif dalam agenda organisasi tersebut ke depan.

“Sebagai negara dengan perekonomian yang terus tumbuh dan beragam, Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi secara aktif dalam agenda BRICS, termasuk mendorong ketahanan ekonomi, kerja sama teknologi, dan pembangunan berkelanjutan,” kata Kemlu RI dalam pernyataan persnya.

Kemlu juga menyatakan bahwa Indonesia akan berperan dalam mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat, serta mewujudkan tatanan global yang lebih inklusif dan berkeadilan.

“Indonesia juga berdedikasi bulat untuk bekerja dengan seluruh anggota BRICS dan pihak lainnya demi dunia yang lebih adil, damai, dan sejahtera,” tambah Kemlu RI.

BRICS terus berkembang dengan menambahkan anggota baru yang memiliki kesamaan pandangan dan tujuan.

Pada tahun 2025, Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS bersama dengan Mesir, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Etiopia.

Keanggotaan Indonesia di BRICS diharapkan dapat memperkuat kerja sama ekonomi dan politik di antara negara-negara berkembang serta mendukung reformasi institusi global.

Seperti yang disampaikan oleh Wijayanto Samirin, langkah ini juga merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk memperluas pengaruh dan memperkuat posisinya di kancah internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.