Akurat

Pakar PBB: Dipastikan Rudal Milik Korea Utara yang Mendarat di Kharkiv Ukraina

Sulthony Hasanuddin | 30 April 2024, 15:45 WIB
Pakar PBB: Dipastikan Rudal Milik Korea Utara yang Mendarat di Kharkiv Ukraina

AKURAT.CO Para pemantau sanksi/pakar PBB mengatakan bahwa puing-puing rudal yang mendarat di kota Kharkiv, Ukraina pada awal tahun ini berasal dari balistik seri Hwasong-11 milik Korea Utara.

Dalam laporan setebal 32 halaman tersebut, pakar PBB menyimpulkan bahwa puing-puing rudal yang mendarat pada tanggal 2 Januari 2024 di Kharkib berasal dari rudal seri Hwasong-11 DPRK.

Hal tersebut lantas merupakan pelanggaran terkait embargo senjata terhadap Korea Utara.

Baca Juga: Amerika Serikat dan Inggris Desak Hamas Terima Usulan Gencatan Senjata Israel

Secara resmi dikenal sebagai Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK), Korea Utara telah berada di bawah sanksi PBB karena program rudal balistik dan nuklirnya sejak tahun 2006.

Dengan tindakan tersebut telah diperkuat selama bertahun-tahun.

Tiga pemantau sanksi melakukan perjalanan ke Ukraina awal bulan ini untuk memeriksa puing-puing tersebut, mereka tidak menemukan bukti bahwa rudal tersebut dibuat oleh Rusia.

Mereka tidak secara independen mengidentifikasi dari mana rudal itu duluncurkan atau oleh siapa.

“Informasi mengenai lintasan yang diberikan oleh pihak berwenang Ukraina menunjukkan bahwa rudal tersebut diluncurkan di wilayah Federasi Rusia,” tulis mereka dalam laporan tanggal 25 April kepada komite sanksi Korea Utara di Dewan Keamanan.

Baca Juga: Konsekuensi Hukum Dicantumkannya Kembali Ketetapan MPR dalam UU No. 12 Tahun 2011

“Lokasi seperti itu, jika rudal tersebut berada di bawah kendali pasukan Rusia, mungkin akan mengindikasikan pengadaan oleh warga negara Federasi Rusia,” kata mereka, seraya menambahkan bahwa ini merupakan pelanggaran terhadap embargo senjata yang diberlakukan terhadap Korea Utara pada tahun 2006.

Rusia dan Korea Utara untuk PBB di New York tidak segera menanggapi permintaan komentar atas laporan pemantau sanksi tersebut.

AS dan negara-negara lain menuduh Korea Utara mentransfer senjata ke Rusia untuk digunakan melawan Ukraina, yang mereka serang pada Februari 2022.

Baca Juga: Kementerian PUPR Rehabilitasi 100 Rumah Tidak Layak Huni di Manokwari

Namun, baik Moskow maupun Pyongyang membantah tuduhan tersebut, akan tetapi pada tahun lalu mereka berjanji untuk memperdalam hubungan militer.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada bulan Februari, AS menuduh Rusia meluncurkan rudal balistik yang dipasok DPRK ke Ukraina setidaknya sembilan kali.

Para pemantau PBB lalu mengatakan rudal balistik seri Hwasong-11 pertama kali diuji secara publik oleh Pyongyang pada tahun 2019.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Bayern Muenchen vs Real Madrid

Sebelumnya, Rusia bulan lalu memveto pembaruan tahunan pemantau sanksi PBB (yang dikenal sebagai panel ahli)  yang selama 15 tahun telah memantau penegakan sanksi PBB terhadap Korea Utara atas program nuklir dan rudal balistiknya.

Dalam beberapa hari setelah serangan tanggal 2 Januari, kantor kejaksaan wilayah Kharkiv memamerkan pecahan rudal tersebut kepada media, dengan mengatakan bahwa rudal tersebut berbeda dari model Rusia.

"Ini mungkin merupakan rudal yang dipasok oleh Korea Utara," pungkas mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.