Kementerian PUPR Rehabilitasi 100 Rumah Tidak Layak Huni di Manokwari

AKURAT.CO Pembangunan rumah layak huni yang diusung oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus dilaksanakan di Provinsi Papua Barat khususnya Kabupaten Manokwari.
Tercatat pada tahun 2023, sebanyak 100 rumah tidak layak huni (RTLH) di Manokwari kini sudah ditingkatkan kualitasnya lebih layak huni dan menjadi rumah sehat.
"Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas rumah masyarakat melalui Program Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Papua Barat. Kami ingin masyarakat bisa benar-benar merasakan hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah," jelas Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, dalam keterangannya, Selasa (30/4/2024).
Dia menjelaskan, Program BSPS merupakan stimulan agar masyarakat memiliki semangat dan berswadaya dalam membangun rumahnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Kementerian PUPR juga menerjunkan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program BSPS untuk mendampingi masyarakat dalam membangun rumahnya agar kokoh secara konstruksi dan memenuhi sejumlah kriteria rumah sehat.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Papua II, Ridwan Dibya Sudartha, menyatakan, pada 2023 lalu Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan berhasil melakukan rehab terhadap 100 unit RTLH di Kabupaten Manokwari.
Lokasinya tersebar di sejumlah kecamatan dan kelurahan di wilayah tersebut dan kini sudah bisa ditempati oleh masyarakat sebagai penerima bantuan.
Berdasarkan data Balai P2P Papua II, sebagaran alokasi Program BSPS tahun 2023 di Kabupaten Manokwari berada di empat kecamatan yakni di Kecamatan Prafi di Desa Ingkwoisi 32 unit dan Desa Bogor 21 unit, Kecamatan Warmare di Desa Nimbay 23 unit, Kecamatan manokwari Selatan di Desa Anday 12 unit dan Kecamatan Manokwari Utara di Desa Sairo 12 unit..
Baca Juga: Kementerian PUPR Selenggarakan Puncak Peringatan Hari Jalan
"Kami mengalokasikan dana Program BSPS senilai Rp23,5 juta per unit untuk setiap penerima bantuan. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan material dan upah tukang bangunan," terang Ridwan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






