Mantan Calon Presiden Korea Selatan Ditusuk Saat Kunjungan ke Bandara Baru Busan

AKURAT.CO Ketua partai oposisi Korea Selatan, Lee Jae-myung, mengalami serangan saat mengunjungi kota pelabuhan selatan Busan pada Selasa (2/1/2024).
Lee, yang berusia 59 tahun, mengalami penusukan di sisi kiri leher oleh seorang pria yang tidak dikenal saat melakukan kunjungan ke rencana bandara di Busan.
Pejabat Partai Demokrat dan petugas pertolongan pertama melaporkan bahwa setelah mengalami penusukan, Lee tetap sadar dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Busan.
Menurut laporan dari stasiun televisi YTN, akibat serangan tersebut Lee mengalami luka sekitar 1 sentimeter di bagian leher.
Berdasarkan foto-foto kejadian tersebut, diduga pelaku penusukan adalah seorang pria berusia antara 50-an hingga 60-an tahun yang mengenakan mahkota kertas dengan nama "Lee".
Beberapa media melaporkan bahwa pria tersebut mendekati Lee dengan maksud meminta tanda tangan sebelum tiba-tiba menyerangnya.
Lee terlihat merasa kesakitan dan jatuh ke tanah setelah serangan dan penyerang segera ditangkap di lokasi kejadian.
Dalam tayangan YTN dan video yang beredar di media sosial, terlihat pria penyerang tersebut mengayunkan lengannya ke arah Lee.
Beberapa orang berusaha membantu dengan menutup luka di leher Lee menggunakan sapu tangan.
”Ini adalah tindak teror terhadap Lee dan ancaman serius bagi demokrasi yang seharusnya tidak boleh terjadi dalam keadaan apa pun,” ujar Kwon Chil-seung, anggota parlemen asal Partai Demokrat.
Lee sebelumnya mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden Korea Selatan pada tahun 2022, namun kalah dalam pemungutan suara dari Yoon Suk-yeol.
Setelah itu, Lee terpilih sebagai anggota Majelis Nasional dan menjabat sebagai pemimpin Partai Demokrat sejak bulan Agustus 2022.
Pemilu legislatif di Korea Selatan dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan April 2024.
Lee diperkirakan akan menjadi kandidat yang bersaing dalam pemilihan presiden pada tahun 2027, mengingat tingginya dukungan yang diterimanya menurut beberapa hasil survei.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









