Usai Diluncurkan dari Brasil, Roket Komersial Milik Korea Selatan Jatuh

AKURAT.CO Kegagalan peluncuran roket Innospace terjadi dalam misi komersial perdana perusahaan antariksa asal Korea Selatan tersebut di Brasil. Roket HANBIT-Nano diluncurkan dari Pusat Antariksa Alcantara, Senin (22/12/2025) malam waktu setempat, namun misi berakhir gagal tak lama setelah lepas landas.
Dalam siaran langsung resmi, kegagalan peluncuran roket Innospace mulai terdeteksi sekitar dua menit setelah roket mengudara. Tayangan menampilkan notifikasi adanya anomali penerbangan sebelum akhirnya dihentikan. Peluncuran ini sendiri dilakukan lima hari lebih lambat dari jadwal awal.
Angkatan Udara Brasil menyatakan kegagalan peluncuran roket Innospace terjadi meski roket sempat melaju secara vertikal sesuai rencana. Gangguan teknis kemudian memicu kecelakaan yang menyebabkan roket jatuh ke area daratan di sekitar lokasi peluncuran.
Usai insiden tersebut, tim keamanan dan pemadam kebakaran segera diterjunkan untuk mengamankan lokasi serta melakukan pemeriksaan terhadap puing-puing roket. Proses analisis awal dilakukan untuk memastikan tidak ada risiko lanjutan di sekitar area jatuhnya wahana.
Hingga Selasa (23/12), pihak Innospace belum merilis penjelasan teknis terkait penyebab kegagalan misi. Perusahaan juga belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan klarifikasi dari sejumlah media internasional.
Insiden ini langsung berdampak pada pasar modal. Saham Innospace yang tercatat di bursa Korea Selatan merosot sekitar 24 persen pada perdagangan intraday, menjadi penurunan terdalam sejak Agustus lalu.
Sebelum peluncuran, misi HANBIT-Nano sempat mengalami beberapa kali penundaan. Jadwal awal yang direncanakan pada Rabu ditunda setelah ditemukan anomali pada unit pendingin sistem suplai oksidator tahap pertama saat inspeksi akhir. Penundaan kembali terjadi pada Jumat akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Dalam pernyataan sebelumnya, Innospace menyebut komponen bermasalah telah diganti langsung di landasan peluncuran. Dengan perbaikan tersebut, perusahaan melanjutkan misi bertajuk Spaceward dalam rentang jendela peluncuran 16–22 Desember. Roket membawa delapan muatan terdaftar, termasuk lima satelit kecil milik pelanggan yang tidak diungkapkan identitasnya.
Peluncuran ini didukung oleh Angkatan Udara Brasil dan Badan Antariksa Brasil, yang bekerja sama dengan sejumlah lembaga terkait dalam aspek operasional dan pengamanan.
Sebagai catatan, pada Maret 2023 Innospace sebelumnya sukses meluncurkan wahana uji HANBIT-TLV dari lokasi yang sama. Uji coba tersebut bertujuan memverifikasi kinerja mesin roket hibrida perusahaan dengan daya dorong 150 kilonewton.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






