Akurat

Korea Utara Nekat Memulai Operasi Satelit Mata-mata di Tengah Sanksi Amerika Serikat

Sulthony Hasanuddin | 3 Desember 2023, 12:50 WIB
Korea Utara Nekat Memulai Operasi Satelit Mata-mata di Tengah Sanksi Amerika Serikat

AKURAT.CO Kantor berita Pemerintah melaporkan pada hari ini, Minggu (3/12/2023) bahwa Korea Utara telah memulai operasi satelit pengintaian mereka.

Kantor operasi satelit baru di Pusat Kontrol Umum Pyongyang dari Administrasi Teknologi Kedirgantaraan Nasional (NATA), mulai menjalankan misinya pada hari Sabtu kemarin dan akan melaporkan informasi yang diperoleh ke biro pengintaian di angkatan darat dan unit-unit utama lainnya.

Sebelumnya pada 21 November, Korea Utara mengatakan telah berhasil meluncurkan satelit mata-mata militer pertamanya dengan mengirimkan foto-foto Gedung Putih, Pentagon, pangkalan militer AS, dan "wilayah target" di Korea Selatan.

Langkah ini meningkatkan ketegangan regional dan memicu sanksi baru dari AS, Australia, Jepang, dan Korea Selatan.

Baca Juga: Korea Utara Alami Pandemi Kebotakan Pada Pria, Ini 8 Cara Mengatasi Masalah Tersebut

Namun sejauh ini, Korea Utara belum merilis gambar dari satelit tersebut, sehingga para analis dan pemerintah asing masih memperdebatkan kemampuan satelit baru yang dimilikinya.

Tidak hanya itu, Tentara Korea Utara juga membawa kembali senjata berat ke perbatasan Zona Demiliterisasi (DMZ) dan membangun kembali pos-pos penjagaan yang telah dihancurkan oleh kedua negara.

Dalam sebuah artikel terpisah yang dimuat oleh KCNA, seorang komentator militer Korea Utara yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Korea Selatan dipersalahkan atas rusaknya perjanjian pembangunan kepercayaan militer mereka dan membenarkan peluncuran satelit mata-mata yang dilakukan oleh negara lain.

Baca Juga: Korea Utara Luncurkan Kapal Selam Taktis Penyerang Nuklir Baru

Artikel tersebut juga menyatakan bahwa peluncuran pengintaian militer pertama Korea Selatan bulan ini terbukti kontradiktif.

Menanggapi langkah Korea Utara, Ketua Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS), Kim Myung-soo lantas melakukan kunjungan ke unit-unit garis depan di dekat perbatasan dengan Korea Utara untuk menilai postur kesiapan di tengah ketegangan yang meningkat.

Pada hari Jumat, sebuah roket SpaceX Falcon 9 membawa satelit mata-mata pertama Korea Selatan ke orbit dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California.

Korea Selatan telah mengontrak perusahaan Amerika tersebut untuk meluncurkan total lima satelit mata-mata pada tahun 2025 sebagai upaya untuk mempercepat tujuannya untuk mengawasi semenanjung Korea selama 24 jam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.