Akurat

Lagi Ada Konflik Wilayah, Erdogan Nekat Mau Bertemu Dengan Presiden Azerbaijan

Sulthony Hasanuddin | 25 September 2023, 14:18 WIB
Lagi Ada Konflik Wilayah, Erdogan Nekat Mau Bertemu Dengan Presiden Azerbaijan

AKURAT.CO Presiden Turki, Tayyip Erdogan akan bertemu dengan sekutunya, Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev pada hari Senin (25/9/2023).

Sebuah pertemuan yang dilakukan ketika ribuan etnis Armenia memulai pelarian dari Nagorno-Karabakh setelah Azerbaijan mengalahkan para pejuang di wilayah yang memisahkan diri tersebut pada minggu lalu.

Erdogan akan melakukan kunjungan satu hari ke daerah otonomi Azerbaijan Nakhchivan (sebuah wilayah yang terletak di antara Armenia, Iran dan Turki) untuk mendiskusikan situasi di wilayah Karabakh.

Baca Juga: Menang Pilpres, Erdogan Bikin Kaum LGBT Ketakutan

Diketahui, situasi yang terjadi tersebut di mana orang-orang Armenia dipaksa untuk melakukan gencatan senjata setelah operasi militer 24 jam oleh militer Azerbaijan yang lebih besar, yang mana Karabakh merupakan wilayah yang secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan namun sebelumnya berada di luar kendalinya.

Dilansir dari Reuters, Pemimpin Nagorno-Karabakh mengatakan bahwa 120.000 orang Armenia di wilayah tersebut tidak ingin tinggal sebagai bagian dari Azerbaijan karena takut akan penganiayaan dan pembersihan etnis hingga mulai meninggalkan daerah tersebut.

Kantor berita Rusia RIA mengutip pernyataan pemerintah Armenia mengatakan bahwa lebih dari 1.500 orang telah menyeberang ke Armenia dari Nagorno-Karabkah pada tengah malam (20.00 GMT) waktu setempat.

Baca Juga: Imbas Aksi Pembakaran Al-Quran, Erdogan Tak Akan Loloskan Swedia Masuk NATO

Mereka yang membawa bahan bakar mulai berkendara menyusuri koridor Lachin menuju perbatasan dengan Armenia.

Foto-foto juga menunjukkan puluhan mobil melaju keluar dari ibu kota menuju tikungan pegunungan di koridor tersebut.

Armenia dan Azerbaijan sendiri telah berperang dalam dua perang atas daerah kantong tersebut dalam 30 tahun terakhir, dengan Azerbaijan yang berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah di dalam dan sekitar Nagorno-Karabakh dalam konflik selama enam minggu pada tahun 2020.

Pada hari Minggu, Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan bahwa mereka telah menyita lebih banyak peralatan militer dari separatis Armenia, termasuk roket, peluru artileri, ranjau, dan amunisi.

Baca Juga: Putra Recep Tayyip Erdogan Cerita Sempat Makan Durian saat ke Yogyakarta

Erdogan, yang mendukung Azerbaijan dengan persenjataan pada konflik tahun 2020, mengatakan bahwa ia mendukung tujuan operasi militer terbaru negaranya tetapi tidak berperan di dalamnya.

Di sisi lain, Armenia mengatakan lebih dari 200 orang tewas dan 400 lainnya terluka dalam operasi Azerbaijan pekan lalu, sebuah tindakan yang dikecam oleh Amerika Serikat dan sekutu Barat lainnya di Armenia.

Orang-orang Armenia Karabakh tidak menerima janji Azerbaijan untuk menjamin hak-hak mereka setelah wilayah tersebut diintegrasikan.

Armenia menyerukan agar misi PBB segera dikirim untuk memantau hak asasi manusia dan keamanan di wilayah tersebut.

"Sembilan puluh sembilan koma sembilan persen lebih memilih untuk meninggalkan tanah bersejarah kami," kata David Babayan, seorang penasihat Samvel Shahramanyan, presiden Republik Artsakh.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.