Akurat

Suriah Rayakan Satu Tahun Jatuhnya Rezim Assad, Warga Semakin Optimistis Masa Depan Lebih Baik

Kumoro Damarjati | 7 Desember 2025, 08:42 WIB
Suriah Rayakan Satu Tahun Jatuhnya Rezim Assad, Warga Semakin Optimistis Masa Depan Lebih Baik

AKURAT.CO Suriah menandai satu tahun runtuhnya rezim Baath yang berusia 61 tahun dengan berbagai perayaan dan rasa optimisme baru. Banyak warga meyakini negara mereka kini tengah menuju masa depan yang lebih bebas, aman, dan stabil.

Warga Damaskus mengatakan berbagai kesulitan yang mereka alami di bawah rezim Bashar al-Assad mulai berakhir. Mereka optimistis pemerintahan baru mampu membawa perubahan nyata, terutama dalam hal kebebasan, ekonomi, dan keamanan.

Pemerintahan yang terbentuk setelah tumbangnya rezim Assad bergerak cepat memulihkan layanan dasar. Mulai dari penyediaan listrik, pembayaran gaji pegawai negeri, hingga kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan harian masyarakat.

Pada Juni lalu, pemerintah mengeluarkan dekret presiden yang menaikkan gaji pegawai negeri dari 250.000 pound Suriah (sekitar USD 15 saat itu) menjadi 750.000 pound Suriah (sekitar USD 65).

Di saat yang sama, perbaikan besar-besaran dilakukan pada jaringan listrik yang rusak akibat 14 tahun bombardir. Kementerian Energi melaporkan kapasitas produksi meningkat setelah pembaruan di pembangkit utama, ditambah pasokan gas dari Azerbaijan dengan dukungan Türkiye.

Jika sebelumnya listrik hanya menyala beberapa jam per hari, kini suplai diperpanjang menjadi 8–10 jam. Beberapa kota besar seperti Aleppo, Homs, dan Damaskus bahkan memperoleh listrik 24 jam nonstop dalam uji coba pertama dalam 15 tahun terakhir.

Sejumlah penjara yang selama ini menjadi simbol kegelapan bagi warga Suriah—termasuk Sednaya, Mezzeh, dan Khatib—juga resmi ditutup.

“Suriah bergerak ke arah yang jauh lebih baik”

Kris Tume, warga Damaskus, mengingat bagaimana transportasi hampir lumpuh di bawah pemerintahan lama akibat kelangkaan bahan bakar. Kini, katanya, kendaraan bisa ditemukan dalam hitungan detik.

“Suriah sedang bergerak menuju tempat yang jauh lebih baik,” ujar Tume. Ia menambahkan, teknologi yang dulu diblokir selama bertahun-tahun kini mulai masuk kembali, termasuk perkembangan di sektor kecerdasan buatan.

Menurutnya, perubahan di Suriah dipicu oleh perubahan dalam diri masyarakat itu sendiri. “Ketika orang berubah, masyarakat pun ikut berubah.”

“Bisa pulang setelah 14 tahun saja sudah seperti revolusi”

Zein al-Abidin, yang kembali ke Suriah setelah 14 tahun, mengatakan bahwa dulu bahkan berbicara di jalan bisa dianggap pelanggaran.

“Sekarang kami bisa menyuarakan pendapat dengan bebas,” ujarnya. “Bisa kembali ke negara sendiri setelah 14 tahun saja sudah merupakan revolusi.”

Ia juga melihat banyak perbaikan fisik di berbagai wilayah. “Jalan dibangun, orang-orang bekerja bukan hanya untuk uang, tapi untuk membangkitkan negara mereka.”

Pemulihan Mulai Terlihat

Maryam al-Khalid, warga Damaskus lainnya, mengatakan tingkat keamanan kini jauh lebih baik dibanding masa lalu. Akses ke layanan kesehatan juga meningkat pesat. “Kemarin seorang bayi yang butuh inkubator langsung diterima. Dulu hal seperti itu hampir mustahil tanpa koneksi,” ujarnya.

Ia juga menyebut perbaikan kebersihan kota, infrastruktur, ruang hijau, hingga pendidikan sebagai tanda nyata pemulihan.

“Syria benar-benar sedang pulih,” katanya.

Rasa Aman Kembali, Ekonomi Mulai Stabil

Khalid al-Khatib, yang terakhir mengunjungi Damaskus pada 2012, menggambarkan situasi masa rezim Assad seperti hidup dalam penjara.

“Hari ini ada kepercayaan, penghormatan, dan martabat di mana-mana,” katanya. Ia juga menyoroti menguatnya nilai mata uang, dari 17.000 pound Suriah per dolar menjadi sekitar 12.000. “Segalanya bergerak ke arah yang lebih baik. Suriah pantas mendapatkan yang terbaik.”

Ghadir Masifaa menyebut perubahan yang terjadi sebagai “keajaiban”. Ia kini dapat bepergian antarwilayah tanpa diperiksa berlebihan.

“Tak ada satu pun yang bertanya ke mana saya pergi. Inilah kebebasan,” katanya dengan bangga.

Ia menutup dengan optimisme: “Suriah sedang bangkit. Rakyat adalah mesin perubahan itu. Saya bangga pada siapa pun yang kembali membangun negara ini. Suriah membutuhkan mereka.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.