Akurat Logo

Putra Recep Tayyip Erdogan Cerita Sempat Makan Durian saat ke Yogyakarta

| 20 Desember 2022, 18:28 WIB
Putra Recep Tayyip Erdogan Cerita Sempat Makan Durian saat ke Yogyakarta

AKURAT.CO Putra Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yakni Necmettin Bilal Erdogan menceritakan pengalaman serta kesan selama kunjungannya ke Yogyakarta.

Dalam kunjungan singkatnya ini, Bilal berkisah dirinya sempat menikmati buah durian di Yogyakarta. Dirinya terlihat begitu semringah ketika bercerita.

"Tadi malam kami makan durian di Jogja," kata Bilal di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Selasa (20/12/2022).

Bilal juga mengaku terkesan dengan kota yang ia kunjungi itu. Yogyakarta baginya adalah tempat penuh gairah kehidupan.

"Kota yang penuh gairah muda, begitu hidup, sangat dinamis, dan merupakan pusat pengetahuan dan karya ilmiah," bebernya.

Dirinya berharap bisa memiliki kesempatan lebih untuk berinteraksi dengan Yogyakarta.

"Selalu luar biasa berada di tempat seperti itu, karena saya mendedikasikan sebagian besar waktu saya untuk mendukung pelajar dan dunia pendidikan. Jadi, saya berharap kita memiliki lebih banyak interaksi ke depan," sambungnya.

Adapun kedatangan Bilal ke UGM bersama dengan rombongan dari Kirikkale University dan Prof. Dr. Fuat Sezgin Research Foundation for the History of Science in Islam adalah demi menjalin kerja sama di bidang pendidikan dan penelitian.

Kesepakatan kerja sama terjalin seiring ditandatanganinya nota kesepahaman bersama antara Rektor UGM, Ova Emilia; Rektor Kirikkale University, Erssan Aslan; dan President of the Board of Directors Prof. Dr. Fuat Sezgin Research Foundation for the History of Science in Islam, Mecit Çetinkaya yang turut didampingi oleh Bilal.

Kerja sama ini bertujuan memperkuat hubungan dan mempromosikan pertukaran akademik serta budaya di antara para pihak. Adapun kerja sama yang akan dijalankan meliputi pertukaran mahasiswa, profesor, peneliti, pelaksanaan kolaborasi penelitian, pelaksanaan kuliah umum, konferensi, seminar, summer course, serta simposium.

Kerja sama juga akan dilakukan dalam pertukaran informasi akademik dan material serta pertukaran tamu fakultas untuk meningkatkan manfaat dan efisiensi manajemen institusi. Bilal berujar, kunjungannya kali ini sebagai kelanjutan penguatan kerja sama pendidikan dan penelitian di perguruan tinggi sejak kunjungan Ova Emilia ke Turki pada Juli 2022 lalu.

Bilal berujar, Turki menyediakan beragam beasiswa baik untuk program sarjana maupun pascasarjana. Ia pun berharap mahasiswa UGM maupun mahasiswa Indonesia lainnya bisa memanfaatkan beasiswa yang ditawarkan untuk melanjutkan studi di Turki.

Usai penandatangan MoU turut dilaksanakan seminar Scientific Development: Past, Present, And Future Trajectories yang menghadirkan sejumlah narasumber.

Dalam kesempatan itu Bilal Erdogan turut menceritakan sejarah pendirian Prof. Dr. Fuat Sezgin Research Foundation for the History of Science in Islam yang didirikan oleh tokoh Fuat Sezgin. Ia mendedikasikan 94 tahun hidupnya untuk mempelajari sejarah ilmu pengetahuan Islam.

Yayasan didirikan dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang warisan ilmiah dan teknologi budaya serta peradaban Islam, mentransmisikannya dengan cara terbaik ke generasi baru, dan memastikan warisan abadi untuk semua studi. Lewat kerja sama yang telah disepakati bersama ini, Bilal berharap ke depan bisa mendorong pengembangan riset dan teknologi yang bermanfaat bagi para pihak.

Ova sementara menyampaikan bahwa Turki dan Indonesia adalah dua sahabat baik. Keduanya merupakan negara dengan mayoritas muslim.

Hubungan kedua negara bisa ditelusuri kembali ke abad ke-12 saat ulama Turki memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Indonesia dan hubungan tersebut masih berlanjut hingga saat ini. 

Ova mengatakan dari segi ekonomi dan perdagangan, Indonesia dan Turki adalah anggota G20 dengan hubungan yang cukup kuat. Pada tahun 2019 nilai perdagangan keduanya mencapai USD1,37 miliar (Rp21 triliun). Sementara ekspor Indonesia ke Turki di 2019 mencapai USD1,05 miliar (Rp16 triliun) dan impor Indonesia ke Turki tercatat USD321,2 juta (Rp5 triliun).

Ova, oleh karenanya sangat mendorong para peneliti dari UGM dan Turki bisa mentransformasikan MoU ini menjadi kegiatan nyata. Selain itu kerja sama yang dijalankan nantinya dapat berdampak positif dalam kegiatan pendidikan, penelitian dan publikasi, serta pengabdian kepada masyarakat.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.