Akurat

Niat Puasa Ramadan bagi Pasien Rawat Jalan: Tata Cara dan Keabsahannya

Redaksi Akurat | 15 Februari 2026, 23:36 WIB
Niat Puasa Ramadan bagi Pasien Rawat Jalan: Tata Cara dan Keabsahannya

AKURAT.CO Bagi pasien yang menjalani rawat jalan, keinginan untuk tetap berpuasa sering kali berbenturan dengan jadwal pengobatan yang tidak menentu. 

Masalah utama yang sering muncul adalah keraguan, yakni bagaimana jika sudah berniat namun di tengah hari kondisi fisik memburuk? 

Memahami kedudukan niat dalam fikih kontemporer sangat penting agar ibadah tetap sah meskipun pasien sedang dalam pengawasan medis.

Baca Juga: Dwi Sasono Bisa Rawat Jalan Jika Bukan Pasien Hukum

Ketentuan Niat Puasa bagi Orang yang Sedang Sakit

Niat adalah syarat sah puasa yang tidak boleh ditinggalkan. 

Namun, bagi pasien rawat jalan, ada fleksibilitas yang diberikan oleh syariat agar ibadah tidak menjadi beban psikologis.

1. Kewajiban Niat di Malam Hari (Tabyit)

Meskipun dalam kondisi sakit, pasien yang merasa memiliki kemungkinan untuk kuat berpuasa esok hari tetap wajib berniat di malam hari (sebelum fajar).

• Prinsip: Jika di siang hari pasien terpaksa berbuka karena kondisi kesehatan drop, ia tidak berdosa dan niat puasanya yang separuh hari tetap bernilai pahala di sisi Allah.

Landasan Hadis: "Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari & Muslim).

2. Solusi Niat Satu Bulan Penuh

Pasien rawat jalan sangat dianjurkan untuk mengikuti ijtihad Madzhab Maliki, yaitu melakukan niat puasa untuk satu bulan penuh pada malam pertama Ramadan.

• Manfaat: Hal ini berfungsi sebagai "pengaman" syariat. Jika di kemudian hari pasien lupa berniat karena kelelahan menjalani prosedur medis atau fokus pada pengobatan, puasa hari itu tetap dianggap sah berdasarkan niat di awal bulan tersebut.

3. Status Niat Saat Menjalani Prosedur Medis

Menjalani tindakan medis rutin seperti kontrol ke dokter, cek tekanan darah, atau fisioterapi selama rawat jalan tidak merusak niat puasa. 

Niat hanya batal jika pasien secara sadar memasukkan sesuatu ke rongga tubuh atau membatalkan puasa karena alasan ketidakmampuan fisik.

Niat puasa bagi pasien rawat jalan dilakukan dengan penuh optimisme namun tetap realistis terhadap kemampuan fisik.

Baca Juga: Jefri Nichol Berharap Diberi Kesempatan Rawat Jalan Agar Bisa Dubbing Film Habibie & Ainun 3

Syariat Islam memberikan ruang bagi pasien untuk tetap berniat puasa tanpa harus merasa terbebani. 

Kuncinya adalah niat yang tulus di malam hari dan kesiapan untuk mengambil keringanan (rukhsah) jika pengobatan medis menuntut hal tersebut demi kesembuhan.

Nasywa Mutiara Pratista (Magang) 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.