Suntik KB Saat Puasa Ramadan, Apakah Boleh atau Membatalkan? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Bolehkah suntik KB saat puasa Ramadan? Pertanyaan ini kerap muncul di kalangan perempuan muslim, terutama ketika jadwal suntik KB bertepatan dengan bulan suci.
Tidak sedikit yang merasa ragu, khawatir puasanya menjadi batal karena adanya cairan yang masuk ke dalam tubuh melalui suntikan.
Di sisi lain, program keluarga berencana merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan dan perencanaan keluarga.
Karena itu, penting untuk memahami bagaimana hukum suntik KB saat puasa menurut pandangan Islam dan penjelasan medis, agar ibadah tetap tenang tanpa dihantui rasa was-was.
Apa Itu Suntik KB?
Suntik KB adalah salah satu metode kontrasepsi hormonal yang diberikan melalui suntikan pada otot atau jaringan bawah kulit.
Umumnya, suntik KB dilakukan setiap satu bulan atau tiga bulan sekali, tergantung jenisnya. Kandungan hormon dalam suntikan ini bekerja untuk mencegah ovulasi dan kehamilan.
Berbeda dengan pil KB yang diminum melalui mulut, suntik KB tidak masuk melalui saluran pencernaan, melainkan langsung diserap oleh tubuh melalui jaringan.
Apakah Suntik KB Membatalkan Puasa?
Dalam hukum Islam, puasa menjadi batal apabila seseorang dengan sengaja memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui rongga terbuka seperti mulut, hidung, atau lubang lain yang terhubung langsung ke perut, serta sesuatu yang bersifat makan dan minum atau setara dengannya.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa suntikan yang tidak bersifat nutrisi dan tidak menggantikan fungsi makan atau minum tidak membatalkan puasa.
Suntik KB termasuk dalam kategori suntikan obat atau hormon, bukan makanan maupun minuman, sehingga tidak dianggap membatalkan puasa.
Selain itu, suntik KB tidak dimasukkan melalui rongga terbuka yang menuju lambung. Cairan hormon tersebut disuntikkan ke otot atau jaringan tubuh dan bekerja melalui sistem peredaran darah, bukan melalui sistem pencernaan.
Perbedaan dengan Suntikan Nutrisi
Perlu dibedakan antara suntik KB dan suntikan nutrisi atau infus. Jika suntikan tersebut bertujuan memberikan asupan energi, cairan, atau nutrisi yang menggantikan fungsi makan dan minum, maka sebagian ulama menyatakan hal itu dapat membatalkan puasa.
Namun, suntik KB tidak mengandung unsur nutrisi dan tidak berfungsi sebagai pengganti makanan. Fungsinya murni sebagai kontrasepsi hormonal. Karena itu, hukumnya berbeda dan dinilai tidak membatalkan puasa.
Bagaimana jika Tetap Ragu?
Bagi yang masih merasa ragu atau ingin lebih berhati-hati, suntik KB bisa dijadwalkan setelah waktu berbuka puasa.
Langkah ini bukan karena hukumnya haram atau membatalkan, melainkan untuk menghindari keraguan dan memberikan ketenangan batin saat menjalankan ibadah.
Namun secara hukum, melakukan suntik KB di siang hari saat berpuasa tetap diperbolehkan dan puasa tetap sah selama tidak ada unsur lain yang membatalkan.
Suntik KB saat puasa Ramadan tidak membatalkan puasa karena tidak termasuk makan atau minum, tidak bersifat nutrisi, serta tidak dimasukkan melalui rongga terbuka yang menuju lambung.
Suntikan ini hanya mengandung hormon yang bekerja melalui jaringan tubuh dan peredaran darah, bukan melalui sistem pencernaan.
Dengan demikian, perempuan tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan sah meskipun melakukan suntik KB di siang hari.
Namun, bagi yang ingin lebih berhati-hati dan merasa lebih tenang, menjadwalkan suntik KB setelah waktu berbuka puasa bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman tanpa mengurangi keabsahan ibadah.
Laporan: Vania Tri Yuniar/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









