Akurat

Sering Dianggap Sepele, Ini Rukun Puasa yang Kerap Terlupakan Saat Ramadan

Wahyu SK | 30 Desember 2025, 11:53 WIB
Sering Dianggap Sepele, Ini Rukun Puasa yang Kerap Terlupakan Saat Ramadan

AKURAT.CO Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui ibadah puasa.

Selama satu bulan penuh, umat Muslim diwajibkan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Namun, dalam praktiknya, puasa kerap dipahami secara sederhana hanya sebatas menahan lapar dan dahaga.

Padahal, puasa memiliki rukun-rukun penting yang menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah tersebut.

Tanpa disadari, ada beberapa rukun puasa yang sering terlupakan atau diabaikan, baik karena kurangnya pemahaman maupun kebiasaan yang sudah dianggap sepele.

Jika rukun ini tidak terpenuhi, maka puasa bisa menjadi tidak sah meskipun secara fisik seseorang terlihat berpuasa.

Pengertian Rukun Puasa

Rukun puasa adalah hal-hal pokok yang wajib dilakukan agar puasa dinilai sah menurut syariat Islam. Jika salah satu tidak terpenuhi, maka puasa menjadi batal.

Oleh karena itu, memahami dan menjalankan rukun puasa dengan benar sangat penting agar ibadah di bulan Ramadan bernilai sempurna.

Rukun Puasa yang Sering Terlupakan Saat Ramadan

1. Niat Puasa

Salah satu rukun puasa yang paling sering terlupakan adalah niat. Banyak orang mengira bahwa sahur sudah cukup sebagai tanda niat puasa, padahal niat harus benar-benar ada di dalam hati sebelum terbit fajar.

Niat puasa Ramadan wajib dilakukan setiap malam karena puasa Ramadan termasuk ibadah wajib yang tidak bisa digabungkan niatnya untuk beberapa hari sekaligus.

Kelalaian dalam berniat, baik karena lupa maupun karena tidak memahami ketentuannya, dapat menyebabkan puasa menjadi tidak sah.

Oleh sebab itu, penting bagi setiap muslim untuk membiasakan berniat puasa setiap malam, meskipun hanya di dalam hati tanpa perlu diucapkan secara lisan.

2. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Rukun puasa berikutnya adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa. Umumnya, yang terlintas adalah makan dan minum.

Namun, sebenarnya cakupan menahan diri dalam puasa jauh lebih luas, termasuk menjauhi hubungan suami istri di siang hari, muntah dengan sengaja, serta perbuatan lain yang membatalkan puasa secara syariat.

Selain itu, meskipun tidak membatalkan puasa secara hukum, perilaku seperti berkata kasar, bergunjing, berbohong, dan meluapkan emosi berlebihan sering kali melupakan esensi puasa.

Hal-hal tersebut dapat mengurangi pahala puasa dan membuat ibadah Ramadan kehilangan makna spiritualnya.

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menganggap puasa hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Padahal, puasa juga menuntut pengendalian diri secara batin.

Menjaga lisan, pandangan, dan perilaku merupakan dari pengamalan nilai puasa yang sering terabaikan di tengah aktivitas sehari-hari.

Puasa seharusnya membentuk pribadi yang lebih sabar, jujur, dan peduli terhadap sesama.

Jika seseorang hanya fokus pada waktu berbuka dan sahur tanpa memperbaiki akhlak dan ibadah lainnya, maka tujuan utama puasa Ramadan tidak tercapai secara maksimal.

Rukun puasa merupakan pondasi utama agar ibadah puasa di bulan Ramadan sah dan bernilai pahala.

Niat puasa dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa adalah dua rukun yang sering terlupakan, baik secara sengaja maupun tidak.

Oleh karena itu, pemahaman yang benar tentang rukun puasa sangat diperlukan agar ibadah Ramadan tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bermakna secara spiritual.

Dengan memperhatikan rukun puasa dan mengamalkannya dengan sungguh-sungguh, Ramadan dapat menjadi momentum terbaik untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan meraih keberkahan yang sesungguhnya.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK