Niat Puasa Sunah Senin Kamis, Dianjurkan Serta Mengandung Banyak Keutamaan

AKURAT.CO Melakukan puasa di hari Senin dan Kamis merupakan salah satu amalan sunah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Hari Senin dan Kamis memiliki banyak keutamaan sehingga keduanya ditetapkan sebagai waktu-waktu yang dianjurkan untuk berpuasa.
Hari Senin merupakan hari yang istimewa dalam Islam. Hal ini disebabkan hari Senin merupakan masa dimana Nabi Muhammad SAW lahir, wafat, hingga menerima wahyu dari Allah SWT pertama kali. Dalam suatu hadis dijelaskan:
“Dari Abu Qatadah Al Anshari RA, Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab:
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
“Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim no. 1162).
Baca Juga: Asal Usul Puasa Sunnah Senin Kamis Jadi Amalan Yang Diutamakan, Berikut 3 Keistimewaannya!
Sementara itu, hari Senin dan Kamis juga menjadi waktu dimana pintu surga terbuka serta menjadi waktu dimana kelak amalan-amalan manusia akan dihadapkan kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ
“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747).
Baca Juga: Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh, Supaya Mendapatkan Keberkahan dari Amalan yang Dilakukan
Dilansir dari berbagai sumber, selain berniat sejak malam hari, berpuasa Senin dan Kamis juga dapat diniatkan di waktu siang, yakni setelah subuh hingga sebelum tergelincirnya matahari (zuhur) selama belum makan, minum, ataupun melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Berikut merupakan niat berpuasa sunah Senin dan Kamis:
1. Niat puasa sunah Senin
Niat puasa Senin sejak malam hari dapat dilakukan dengan bacaan berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma yaumil itsnaini lillahi ta’ala
Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta’ala.”
Sementara niat puasa Senin pada siang hari dapat dilakukan dengan bacaan berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma hadza; yaumi an adaa’i sunnati yaumil itsnaini lillahi ta’ala
Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Senin ini karena Allah ta’ala.”
3. Niat puasa sunah Kamis
Niat puasa Kamis sejak malam hari dapat dilakukan dengan bacaan berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma yaumil khomiisi lillahi ta’ala
Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta’ala.”
Sementara niat puasa Kamis pada siang hari dapat dilakukan dengan bacaan berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الْخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma hadza; yaumi an adaa’i sunnati yaumil khomiisi lillahi ta’ala
Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Kamis ini karena Allah ta’ala”
Maka dari itu, dianjurkan bagi setiap muslim untuk tidak menyia-nyiakan waktu berpuasa Senin dan Kamis dan mendapatkan keutamaan di dalamnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









