Hukum Olahraga Berat Saat Puasa Ramadan, Apakah Diperbolehkan?

AKURAT.CO Bulan Ramadan bukan alasan untuk berhenti menjaga kebugaran tubuh.
Banyak orang tetap ingin berolahraga agar badan tetap fit, berat badan terkontrol, dan stamina terjaga selama menjalani ibadah puasa.
Namun, muncul pertanyaan yang sering diperdebatkan: bagaimana hukum olahraga berat saat puasa Ramadan? Apakah boleh dilakukan, atau justru berisiko membatalkan puasa?
Selain dari sisi hukum Islam, olahraga saat puasa juga perlu dilihat dari aspek kesehatan.
Tubuh yang tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama berjam-jam tentu memiliki batas kemampuan tertentu.
Oleh karena itu, penting memahami batasan syariat sekaligus mempertimbangkan kondisi fisik agar ibadah tetap optimal dan kesehatan tetap terjaga.
Hukum Olahraga Berat Saat Puasa Menurut Islam
Secara umum, olahraga berat saat puasa diperbolehkan (mubah) dalam Islam. Tidak ada larangan khusus yang menyatakan bahwa aktivitas fisik membatalkan puasa.
Selama tidak memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui jalur yang membatalkan puasa dan tetap menjaga niat, maka puasanya sah.
Namun, hukum tersebut bisa berubah tergantung kondisi:
Tetap mubah (boleh) jika olahraga tidak melemahkan tubuh secara berlebihan
Makruh (tidak dianjurkan) jika menyebabkan tubuh sangat lemas hingga mengganggu ibadah wajib lainnya.
Bisa menjadi haram apabila sengaja melakukan olahraga berat yang berpotensi membahayakan diri atau membuat seseorang terpaksa membatalkan puasa tanpa alasan darurat.
Islam mengajarkan untuk tidak memaksakan diri. Jika olahraga berat justru menimbulkan mudharat, maka lebih baik dihindari.
Risiko Olahraga Berat Saat Puasa dari Sisi Kesehatan
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama kurang lebih 12-14 jam.
Jika dipadukan dengan olahraga berat seperti angkat beban intens, lari jarak jauh, atau HIIT, risiko yang bisa terjadi antara lain:
- Dehidrasi
- Penurunan tekanan darah
- Pusing atau lemas berlebihan
- Kram otot
- Penurunan kadar gula darah.
Olahraga berat membutuhkan energi dan cairan yang cukup. Tanpa asupan tersebut, tubuh bekerja lebih keras dan bisa mengalami kelelahan ekstrem.
Karena itu, para ahli kesehatan umumnya menyarankan untuk menurunkan intensitas latihan selama Ramadan.
Waktu Terbaik Berolahraga Saat Puasa
Agar tetap aman, pemilihan waktu sangat penting. Berikut waktu yang lebih direkomendasikan:
1. Menjelang berbuka (30-60 menit sebelumnya)
Cocok untuk olahraga ringan hingga sedang. Setelah selesai, tubuh bisa segera mendapatkan cairan dan nutrisi.
2. Setelah berbuka puasa (1-2 jam setelah makan)
Ini adalah waktu paling ideal untuk olahraga yang sedikit lebih intens karena energi sudah terisi kembali.
3. Setelah tarawih
Cocok untuk aktivitas ringan seperti jalan santai atau stretching.
Sebaliknya, olahraga berat di siang hari saat cuaca panas sebaiknya dihindari karena risiko dehidrasi lebih tinggi.
Jenis Olahraga yang Aman Saat Ramadan
Daripada melakukan olahraga berat, lebih baik memilih aktivitas dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti:
- Jalan santai
- Jogging ringan
- Yoga
- Bersepeda santai
- Senam ringan
- Latihan beban dengan intensitas rendah.
Jika tetap ingin latihan kekuatan, kurangi beban dan durasi agar tidak menguras energi secara berlebihan.
Tips Aman Berolahraga Saat Puasa
Agar tetap sehat dan ibadah lancar, perhatikan beberapa hal berikut:
1. Penuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka.
2. Konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat.
3. Lakukan pemanasan dan pendinginan.
4. Hindari olahraga terlalu lama.
5. Segera hentikan aktivitas jika merasa pusing atau lemas berlebihan.
Mendengarkan sinyal tubuh adalah kunci utama. Jangan memaksakan diri hanya demi menjaga rutinitas latihan.
Hukum olahraga berat saat puasa Ramadan pada dasarnya boleh, selama tidak membahayakan kesehatan dan tidak mengganggu ibadah.
Namun, dari sisi medis, olahraga berat kurang dianjurkan karena berisiko menyebabkan dehidrasi dan kelelahan.
Pilihan terbaik adalah menyesuaikan intensitas olahraga selama Ramadan.
Dengan pengaturan waktu yang tepat, jenis olahraga yang sesuai, serta asupan nutrisi yang cukup, Anda tetap bisa menjaga kebugaran tanpa mengorbankan kualitas puasa.
Laporan: Vania Tri Yuniar/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









