Akurat

Kolaborasi Danantara dan PTPP Bangun Hunian Sementara untuk Percepat Pemulihan Banjir di Aceh Tamiang dan Aceh Utara

Idham Nur Indrajaya | 20 Januari 2026, 15:05 WIB
Kolaborasi Danantara dan PTPP Bangun Hunian Sementara untuk Percepat Pemulihan Banjir di Aceh Tamiang dan Aceh Utara

AKURAT.CO Pemulihan pascabencana banjir di Aceh Tamiang dan Aceh Utara terus menunjukkan progres nyata. Setelah akses jalan dan infrastruktur dasar kembali dibuka, perhatian kini diarahkan pada kebutuhan paling mendasar warga terdampak: tempat tinggal yang aman dan layak. Melalui kolaborasi Danantara dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP), pembangunan hunian sementara tanggap darurat dipercepat agar masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari selama masa transisi pemulihan.

Langkah ini menjadi bagian penting dari respons pascabencana yang tidak hanya cepat, tetapi juga terukur dan berkelanjutan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Hunian Sementara Jadi Kebutuhan Mendesak Pascabanjir

Banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Utara menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal atau tidak bisa kembali ke rumah mereka dalam waktu dekat. Di fase awal pemulihan, kebutuhan akan hunian sementara menjadi krusial agar masyarakat memiliki ruang aman untuk beristirahat, beraktivitas, dan memulai kembali kehidupan sosialnya.

Kolaborasi antara Danantara dan PTPP hadir menjawab kebutuhan tersebut. Setelah sebelumnya berfokus pada pembukaan akses dan pemulihan infrastruktur dasar bersama Kementerian Pekerjaan Umum, kini pembangunan hunian sementara menjadi prioritas utama agar pemulihan berjalan lebih menyeluruh.

Target Nasional 15.000 Hunian Sementara dalam Tiga Bulan

Secara nasional, Danantara menargetkan pembangunan sebanyak 15.000 unit hunian sementara di berbagai wilayah terdampak bencana dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Program ini menjadi bentuk sinergi lintas BUMN dalam mendukung percepatan pemulihan masyarakat pascabencana.

Dalam skala regional, PTPP mengambil peran strategis dengan membangun masing-masing 600 unit hunian sementara di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Utara. Kontribusi ini sekaligus memperkuat peran BUMN dalam respons kebencanaan yang terkoordinasi dan tepat sasaran.

Progres Pembangunan Hunian di Aceh Tamiang dan Aceh Utara

Di Kabupaten Aceh Tamiang, PTPP telah menyelesaikan pembangunan 94 unit hunian sementara yang dirancang dengan sistem panggung. Model ini dipilih untuk menyesuaikan kondisi lingkungan serta meminimalkan risiko apabila terjadi genangan ulang.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Utara, PTPP mencatat progres signifikan dengan menyelesaikan 118 unit hunian sementara per 15 Januari 2026. Seluruh unit yang telah rampung siap digunakan oleh warga terdampak untuk mendukung aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan awal.

Dirancang Siap Huni dengan Fasilitas Pendukung Lengkap

Hunian sementara yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai tempat berteduh, tetapi dirancang sebagai kawasan siap huni. Setiap lokasi dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sejak hari pertama menempati hunian.

Fasilitas tersebut meliputi MCK, tandon air, musala, tempat wudu dan cuci, jalan pedestrian, hingga sistem drainase yang memadai. Selain itu, kawasan hunian juga dilengkapi sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) untuk memastikan kenyamanan dan keamanan penghuni.

Pendekatan ini bertujuan agar warga terdampak tidak hanya memiliki tempat tinggal sementara, tetapi juga lingkungan yang mendukung pemulihan kehidupan sosial secara bertahap.

Proses Cepat, Terukur, dan Terkoordinasi

Pembangunan hunian sementara dilaksanakan secara cepat namun tetap terukur. Kolaborasi Danantara dan PTPP dikoordinasikan bersama BP BUMN untuk memastikan respons yang diberikan selaras dengan kebutuhan di lapangan.

Koordinasi lintas pihak ini menjadi kunci agar pembangunan berjalan efisien, tepat sasaran, dan tidak tumpang tindih dengan program pemulihan lainnya. Dengan pendekatan ini, hunian sementara dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Komitmen PTPP dalam Pemulihan Berkelanjutan

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menegaskan bahwa penyediaan hunian sementara merupakan bagian penting dari strategi pemulihan pascabencana yang berkelanjutan.

“Pemulihan tidak berhenti pada perbaikan akses dan infrastruktur. Masyarakat juga membutuhkan tempat tinggal yang aman agar dapat kembali menata aktivitas sehari-hari. Hunian sementara ini kami siapkan sebagai ruang transisi sebelum pemulihan jangka menengah dan panjang berjalan,” ujar Joko melalui pengumuman resmi yang diterima AKURAT.CO, Selasa, 20 Januari 2026.

Menurutnya, pembangunan hunian sementara ini melengkapi berbagai upaya pemulihan yang sebelumnya telah dilakukan di wilayah Aceh dan sekitarnya, termasuk pemulihan infrastruktur dan akses pendukung lainnya.

Mendukung Pemulihan Sosial Masyarakat Secara Bertahap

Melalui kolaborasi ini, PTPP berharap masyarakat terdampak banjir dapat melewati fase pemulihan awal dengan lebih aman dan nyaman. Kehadiran hunian sementara diharapkan menjadi fondasi bagi pemulihan kehidupan sosial, ekonomi, dan aktivitas harian warga secara bertahap.

Seluruh proses pembangunan dilakukan dengan melibatkan para pemangku kepentingan agar respons yang diberikan relevan dengan kondisi lapangan dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Pemulihan pascabencana memang membutuhkan waktu, namun dengan kolaborasi yang solid dan perencanaan yang matang, langkah menuju kehidupan yang lebih normal bisa dimulai lebih cepat.

Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan pemulihan pascabencana dan peran BUMN di berbagai daerah, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Taspen Salurkan Manfaat Jaminan Kematian ke ASN Korban Bencana Aceh Tamiang

Baca Juga: Kunker ke Inggris, Prabowo Akan Bahas Konservasi Gajah di Aceh dengan Raja Charles III

FAQ: Pemulihan Pascabencana Banjir di Aceh Tamiang dan Aceh Utara

Apa tujuan pembangunan hunian sementara di Aceh Tamiang dan Aceh Utara?

Pembangunan hunian sementara bertujuan menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak bagi warga terdampak banjir agar mereka bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari selama masa transisi pemulihan pascabencana.

Siapa pihak yang terlibat dalam pembangunan hunian sementara ini?

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Danantara dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP), yang dikoordinasikan bersama BP BUMN serta melibatkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

Berapa jumlah hunian sementara yang dibangun oleh PTPP?

PTPP terlibat dalam pembangunan masing-masing 600 unit hunian sementara di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Utara sebagai bagian dari target nasional pembangunan hunian pascabencana.

Berapa hunian sementara yang sudah selesai dibangun?

Di Kabupaten Aceh Tamiang, PTPP telah menyelesaikan 94 unit hunian sementara berbasis sistem panggung. Sementara di Kabupaten Aceh Utara, sebanyak 118 unit hunian telah rampung per 15 Januari 2026.

Apa saja fasilitas yang tersedia di hunian sementara tersebut?

Hunian sementara dirancang sebagai kawasan siap huni yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti MCK, tandon air, musala, tempat wudu dan cuci, jalan pedestrian, sistem drainase, serta sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

Mengapa hunian sementara menggunakan sistem panggung?

Sistem panggung dipilih untuk menyesuaikan kondisi lingkungan dan mengurangi risiko dampak banjir susulan, sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi penghuni.

Apakah pembangunan hunian ini hanya bersifat sementara?

Ya, hunian ini disiapkan sebagai solusi transisi. Fungsinya adalah mendukung masyarakat selama fase pemulihan awal sebelum program pemulihan jangka menengah dan panjang berjalan.

Bagaimana proses pembangunan hunian sementara dilakukan?

Pembangunan dilaksanakan secara cepat dan terukur, dengan koordinasi lintas lembaga untuk memastikan hunian yang dibangun sesuai kebutuhan di lapangan dan dapat segera digunakan oleh warga terdampak.

Apa peran BUMN dalam pemulihan pascabencana ini?

BUMN berperan aktif melalui penyediaan infrastruktur, hunian sementara, serta dukungan teknis dan logistik untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Mengapa kolaborasi ini penting dalam pemulihan pascabencana?

Kolaborasi memastikan respons yang diberikan lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan, sehingga pemulihan tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kebutuhan hidup masyarakat.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.