Akurat

Tinjau Asap Beracun Tambang Pongkor, Adian Napitupulu Minta Antam Percepat Penanganan

Arief Rachman | 17 Januari 2026, 19:14 WIB
Tinjau Asap Beracun Tambang Pongkor, Adian Napitupulu Minta Antam Percepat Penanganan

AKURAT.CO Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Adian Napitupulu, turun langsung ke kawasan tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyusul tragedi munculnya asap putih tebal yang menelan korban jiwa dan menyebabkan sejumlah warga dilaporkan hilang.

Kunjungan lapangan tersebut dilakukan setelah enam warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, dinyatakan meninggal dunia.

Keenam korban masing-masing bernama Firman, Asri, Soni, Barok, Deni, dan Adun. Mereka diketahui beraktivitas sebagai penambang tradisional atau gurandil di area terowongan tambang.

Menurut informasi yang dihimpun, para korban diduga tewas akibat kekurangan oksigen setelah terperangkap asap pekat yang memenuhi lorong tambang.

Selain korban meninggal, hingga kini beberapa warga lainnya masih belum ditemukan. Nama-nama yang dilaporkan hilang antara lain Jaka, Edi, Isep, Septiana, Akim, Aji Pangestu, dan Adam.

Sebelum melakukan peninjauan, Adian sempat menemui sekitar seribu warga Desa Urug yang mendatangi Kantor Desa untuk menyampaikan keluhan dan tuntutan kejelasan penanganan insiden tersebut.

Aspirasi warga juga didampingi oleh Anggota DPRD Jawa Barat, Doni Hutabarat.

Baca Juga: Puji Komitmen Prabowo Berantas Korupsi, Partai Gema Bangsa Siap Dukung di Pilpres 2029

Dalam pertemuan itu, politisi PDI Perjuangan tersebut memastikan bahwa seluruh korban merupakan warga lokal Desa Urug dan wilayah sekitarnya.

Usai menerima laporan langsung dari masyarakat, Adian segera menuju titik sumber asap yang menutup akses terowongan tambang.

Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan kondisi yang sangat berbahaya. Asap putih tampak sangat tebal dan menyelimuti jalur tambang bawah tanah.

“Kalau dilihat langsung, asapnya seperti fogging, tapi jauh lebih pekat dan berisiko tinggi bagi keselamatan,” ujar Adian di lokasi.

Ia pun mendesak tim penyelamat PT Antam untuk mempercepat upaya pencarian terhadap warga yang masih dilaporkan hilang.

Menurutnya, proses evakuasi tidak boleh berlarut-larut dan harus mengedepankan aspek kemanusiaan.

“Apapun status mereka, ini soal nyawa manusia. Tidak boleh ada pembiaran. Peristiwa ini sudah berlangsung beberapa hari,” tegasnya.

Sementara itu, manajemen PT Antam memastikan seluruh karyawan perusahaan dalam kondisi aman.

General Manager UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, menjelaskan bahwa asap berbahaya terdeteksi pada Selasa dini hari, 13 Januari 2026, sekitar pukul 00.30 WIB di area kerja bawah tanah level 700.

Menurut Nilus, asap tersebut diduga berasal dari kayu penyangga yang terbakar, sehingga memicu lonjakan gas karbon monoksida (CO) hingga 1.200 ppm, jauh melampaui ambang batas aman yang hanya 25 ppm.

“Begitu kadar gas meningkat drastis, kami langsung melakukan evakuasi total terhadap seluruh pekerja,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada satu pun karyawan Antam yang menjadi korban ataupun terjebak di dalam tambang.

Manajemen juga membantah informasi liar yang menyebut adanya ledakan atau ratusan orang terperangkap.

Baca Juga: Cegah Kericuhan, Pembahasan Wacana Pilkada Lewat DPRD Harus Libatkan Aspirasi Publik

“Yang dimaksud 700 itu adalah level kerja tambang, bukan jumlah orang. Informasi soal ratusan korban itu tidak benar,” katanya.

Sebagai langkah pengamanan, Antam menghentikan sementara aktivitas di area terdampak, mengatur ulang sistem ventilasi, serta mengisolasi lokasi hingga kadar gas kembali berada pada level aman.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.