Akurat

Mendagri Minta Tambahan 15.000 Personel TNI-Polri, Kejar Pemulihan Pascabencana Sebelum Ramadan

Herry Supriyatna | 10 Januari 2026, 16:59 WIB
Mendagri Minta Tambahan 15.000 Personel TNI-Polri, Kejar Pemulihan Pascabencana Sebelum Ramadan

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, meminta dukungan tambahan personel dari TNI dan Polri guna mempercepat proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak, yakni Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Tito mengatakan, pihaknya telah meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menambah 5.000 personel Polri.

Sebelumnya, pemerintah telah mengajukan permintaan penambahan personel dan telah menerima pengiriman 1.000 personel menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menurut Tito, penambahan personel sebelumnya masih terbatas karena Polri saat itu fokus pada pengamanan Nataru.

“Sekarang Nataru sudah selesai, jadi kami minta penambahan 5.000 personel lagi,” kata Tito saat Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana, Sabtu (10/1/2026).

Selain kepada Polri, Tito yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksimenyampaikan permintaan serupa kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak.

Ia meminta tambahan 10.000 personel TNI AD untuk mendukung proses pemulihan di lapangan.

Sebelumnya, pemerintah juga telah mengerahkan 1.200 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Baca Juga: PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Ganjar: Jangan Ulangi Masalah Masa Lalu

Namun, Tito menilai jumlah tersebut belum mencukupi untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak.

“Saya minta tambahan 10.000 personel, karena kalau hanya 1.000 personel itu tenggelam. Kami kemarin kirim 1.200 Praja IPDN yang baru bisa fokus di wilayah Aceh Tamiang, belum menjangkau Aceh Timur dan Gayo Lues,” jelasnya.

Tito menegaskan, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi harus dikejar sebelum bulan Ramadan, mengingat pekerjaan tersebut membutuhkan tenaga dan kondisi fisik yang prima.

“Mumpung belum Ramadan. Kalau sudah Ramadan nanti akan lebih berat karena ini pekerjaan yang membutuhkan fisik. Jadi harus kita genjot pada periode ini,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.