Akurat

Akses Bireuen–Takengon Mulai Pulih, PTPP dan Kementerian PU Lanjutkan Tanggap Darurat Bencana Aceh

Idham Nur Indrajaya | 29 Desember 2025, 14:23 WIB
Akses Bireuen–Takengon Mulai Pulih, PTPP dan Kementerian PU Lanjutkan Tanggap Darurat Bencana Aceh

AKURAT.CO Pemulihan akses jalan Bireuen–Takengon terus dikebut setelah bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah Aceh sejak awal Desember 2025. PT PP (Persero) Tbk atau PTPP, bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), melanjutkan penanganan tanggap darurat demi memastikan konektivitas antarwilayah kembali berjalan aman dan lancar.

Langkah ini menjadi krusial mengingat ruas Bireuen–Takengon merupakan jalur strategis yang menopang mobilitas warga, distribusi logistik, serta akses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Curah hujan tinggi yang turun secara intens memicu longsor, jalan amblas, hingga kerusakan jembatan di sejumlah titik, membuat aktivitas masyarakat sempat lumpuh.

Dampak Cuaca Ekstrem di Ruas Bireuen–Takengon

Hujan deras yang terjadi beruntun sejak awal Desember 2025 menyebabkan kondisi tanah di sejumlah titik menjadi labil. Akibatnya, beberapa ruas jalan mengalami longsor dan amblas, sementara beberapa jembatan tidak lagi bisa difungsikan secara normal.

Situasi ini berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Jalur yang terputus membuat perjalanan antarwilayah menjadi lebih panjang, distribusi bahan pokok tersendat, dan akses menuju fasilitas kesehatan maupun sekolah menjadi terbatas. Dalam kondisi darurat seperti ini, pemulihan akses jalan menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas warga bisa kembali berjalan secara bertahap.

Langkah Cepat PTPP Tangani Titik Kritis

Sejak menerima penugasan, PTPP langsung menurunkan tim lapangan lengkap dengan alat berat ke lokasi terdampak. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada titik-titik paling kritis agar jalur utama bisa segera difungsikan kembali.

Beberapa pekerjaan yang dilakukan di lapangan meliputi pembersihan material longsor, penanganan badan jalan yang amblas, hingga perbaikan serta pemasangan jembatan sementara. Di sejumlah lokasi, pekerjaan bahkan dilakukan hingga malam hari untuk mempercepat proses pemulihan, tentu dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja.

Upaya ini dilakukan agar akses darurat dapat segera dibuka dan masyarakat tidak terlalu lama terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.

Sebagian Besar Akses Sudah Kembali Difungsikan

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa hingga 27 Desember 2025, sebagian besar titik terdampak di ruas Bireuen–Takengon telah berhasil difungsikan kembali. Beberapa jembatan dan badan jalan yang sebelumnya terputus kini sudah bisa dilalui, meski dengan pengaturan tertentu.

“Untuk titik-titik yang masih dalam proses penanganan, pengaturan lalu lintas serta pengalihan ke jalur alternatif terus kami jaga agar mobilitas masyarakat tetap berlangsung,” ujar Joko.

Pengaturan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga agar aktivitas warga tetap bisa berjalan di tengah proses perbaikan yang masih berlangsung.

Bagian dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, kelanjutan penanganan tanggap darurat ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPP. Program ini menjadi wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami menyadari bahwa jalan dan jembatan bukan sekadar infrastruktur fisik. Ia adalah akses masyarakat untuk kembali ke rumah, bekerja, bersekolah, dan mendapatkan bantuan. Karena itu, dalam setiap tahapan penanganan, kami mengutamakan keselamatan, keberfungsian akses, dan percepatan pemulihan,” jelas Joko.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur memiliki dampak sosial yang luas, terutama dalam situasi pascabencana.

Koordinasi dengan Kementerian PU dan Pemerintah Daerah

Dalam pelaksanaannya, PTPP terus menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait lainnya. Kolaborasi ini penting agar penanganan darurat dapat berjalan selaras dengan rencana penanganan permanen ke depan.

Tujuannya bukan hanya mengembalikan fungsi jalan dan jembatan seperti semula, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dipulihkan lebih siap menghadapi potensi risiko bencana di masa mendatang. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalkan dampaknya.

Harapan Pemulihan Sosial dan Ekonomi Wilayah

Melalui kelanjutan tanggap darurat di ruas Bireuen–Takengon, PTPP berharap pemulihan akses ini bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kelancaran mobilitas diharapkan mampu mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi di wilayah terdampak, sekaligus menghidupkan kembali aktivitas warga yang sempat terhambat.

“PTPP akan terus hadir dan bekerja bersama masyarakat hingga akses benar-benar pulih dan aktivitas warga dapat kembali berjalan dengan aman. Di tengah situasi sulit ini, kami ingin memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri,” tutup Joko.

Pemulihan infrastruktur bukan hanya soal membangun kembali jalan, tetapi juga tentang mengembalikan rasa aman dan harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Baca Juga: Pemulihan Aceh Tamiang Dikebut, PU Fokus Buka Akses dan Bersihkan Area

Baca Juga: Persiraja Cari Kemenangan di Markas Garudayaksa demi Hibur Masyarakat Aceh Pasca Bencana

FAQ

Apa yang terjadi di ruas jalan Bireuen–Takengon?

Ruas jalan Bireuen–Takengon terdampak bencana hidrometeorologi sejak awal Desember 2025. Curah hujan tinggi yang terjadi secara beruntun menyebabkan longsor, jalan amblas, serta kerusakan jembatan di sejumlah titik.

Siapa yang menangani pemulihan jalan Bireuen–Takengon?

Penanganan tanggap darurat dilakukan oleh PT PP (Persero) Tbk atau PTPP bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Apa saja langkah yang dilakukan PTPP dalam tanggap darurat ini?

PTPP menurunkan tim lapangan dan alat berat untuk membersihkan material longsor, menangani jalan amblas, serta memperbaiki dan memasang jembatan sementara di titik-titik kritis agar akses kembali bisa difungsikan.

Apakah jalan Bireuen–Takengon sudah bisa dilalui?

Hingga 27 Desember 2025, sebagian besar titik terdampak di ruas Bireuen–Takengon telah kembali difungsikan. Untuk lokasi yang masih dalam proses penanganan, diberlakukan pengaturan lalu lintas dan pengalihan ke jalur alternatif.

Mengapa pemulihan akses jalan ini sangat penting?

Ruas Bireuen–Takengon merupakan jalur vital bagi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta akses ke layanan pendidikan dan kesehatan. Pemulihan akses diperlukan agar aktivitas sosial dan ekonomi warga bisa kembali berjalan.

Apakah penanganan ini bersifat sementara atau permanen?

Penanganan yang dilakukan saat ini merupakan tahap tanggap darurat. Namun, PTPP dan Kementerian PU juga berkoordinasi untuk memastikan penanganan darurat sejalan dengan rencana perbaikan permanen ke depan.

Apakah kegiatan ini bagian dari program sosial PTPP?

Ya. Kelanjutan penanganan tanggap darurat ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPP sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Bagaimana upaya menjaga keselamatan pengguna jalan selama perbaikan?

Selama proses penanganan, dilakukan pengaturan lalu lintas, pemasangan rambu darurat, serta pengalihan jalur di titik tertentu untuk memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.

Apa harapan dari kelanjutan tanggap darurat ini?

PTPP berharap pemulihan akses Bireuen–Takengon dapat membantu memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung pemulihan sosial dan ekonomi wilayah terdampak, serta memastikan warga dapat kembali beraktivitas dengan aman.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.