Lonjakan Pemudik Nataru, Gibran Turun Langsung Cek Kesiapan Stasiun Semarang Tawang

AKURAT.CO Dalam rangka memastikan kesiapan layanan transportasi kereta api selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung Stasiun Semarang Tawang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (25/12/2025).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap kesiapan dan pelaksanaan pelayanan transportasi publik, khususnya perkeretaapian, agar masyarakat mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan andal selama periode libur akhir tahun.
Usai menyapa umat Kristiani dalam perayaan Natal di Lapangan Pancasila, Kota Salatiga, Wapres melanjutkan kunjungan kerja ke Stasiun Semarang Tawang di Kecamatan Semarang Utara.
Di lokasi tersebut, Wapres meninjau berbagai fasilitas stasiun, sistem keselamatan, posko pelayanan, serta perkembangan proyek revitalisasi Stasiun Tawang yang tengah berjalan.
“Menurut Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat pada masa Nataru 2025/2026 diprediksi meningkat sebesar 2,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 20,3 juta orang diperkirakan bergerak menuju Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan utama,” ujar Wapres.
Seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, Wapres meminta seluruh pihak terkait, termasuk TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta operator transportasi, untuk memberikan pelayanan prima kepada para pemudik.
“Saya meminta kewaspadaan terus ditingkatkan, disertai langkah-langkah antisipatif agar arus perjalanan berlangsung aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.
Baca Juga: Layanan Pendidikan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Mulai Pulih
Di sela peninjauan, Wapres juga menyempatkan diri menyapa para pemudik yang tengah menunggu keberangkatan di ruang tunggu stasiun. Ia berpesan agar penumpang menjaga kesehatan dan kehati-hatian selama perjalanan, serta mendoakan agar seluruh pemudik tiba di tujuan dengan selamat.
Pada kesempatan tersebut, Wapres turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat dan petugas yang bersiaga selama masa angkutan Nataru.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh aparat dan petugas yang bekerja dengan penuh dedikasi dalam melayani masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengungkapkan bahwa selama enam hari masa angkutan Nataru, yakni 18–23 Desember 2025, jumlah penumpang yang dilayani mencapai 279.057 orang. Puncak pergerakan terjadi pada Senin (22/12/2025) dengan total 53.365 penumpang.
Menurut Luqman, KAI Daop 4 Semarang memastikan seluruh aspek operasional dan pelayanan perkeretaapian berjalan optimal selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
“Pada periode Nataru, KAI Daop 4 Semarang berkomitmen memastikan perjalanan kereta api berjalan aman, lancar, dan tepat waktu. Seluruh layanan di Stasiun Semarang Tawang beroperasi sesuai standar pelayanan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Stasiun Semarang Tawang merupakan salah satu stasiun strategis di wilayah Daop 4 Semarang yang melayani perjalanan kereta api jarak jauh dan lokal, sehingga berperan penting dalam mendukung kelancaran angkutan Nataru.
“Kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, penempatan petugas di titik pelayanan dan pantauan khusus, hingga penguatan koordinasi lintas instansi,” tambahnya.
Selain itu, KAI Daop 4 Semarang terus meningkatkan kualitas fasilitas stasiun serta integrasi antarmoda guna memberikan kemudahan akses dan kenyamanan bagi penumpang, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi seperti libur Natal dan Tahun Baru.
“Kami berharap layanan kereta api menjadi pilihan utama masyarakat selama Nataru 2025/2026, sekaligus mendukung kelancaran pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi di Jawa Tengah,” pungkas Luqman.
Baca Juga: Sejarah Perang Korea yang Membelah Korea Utara dan Selatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










