Akurat

Pemerintah Resmikan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulawesi Utara

Herry Supriyatna | 18 Desember 2025, 23:56 WIB
Pemerintah Resmikan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulawesi Utara

AKURAT.CO Pemerintah terus memperkuat penyediaan listrik bagi wilayah pulau terluar dan terdepan.

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) meluncurkan penyalaan listrik desa selama 24 jam di empat pulau terluar Sulawesi Utara, yakni Pulau Buhias, Kakorotan, Mantehage, dan Nain.

Peluncuran tersebut dilakukan oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ariza Patria bersama Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus di Rumah Dinas Gubernur Sulut, Kota Manado, Selasa (16/12/2025).

Ariza Patria mengatakan, penyalaan listrik 24 jam ini merupakan bagian integral dari Program Listrik Desa Nasional yang menjadi prioritas pemerintah dalam membangun dari desa dan wilayah terluar, sekaligus memperkuat kehadiran negara hingga ke batas terdepan Indonesia.

“Bagi kami, ini bukan sekadar penyalaan listrik. Ini adalah penyalaan harapan, penyalaan masa depan, dan bukti nyata bahwa negara hadir hingga ke pulau-pulau terluar,” ujar Ariza, dikutip Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, program listrik desa di wilayah kepulauan merupakan implementasi konkret Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya Asta Cita Kedua dan Keenam tentang pembangunan dari desa dan dari bawah.

Ketahanan energi desa, kata dia, juga menjadi bagian penting dari ketahanan nasional.

“Ketika desa-desa kepulauan memiliki listrik yang andal selama 24 jam, yang kita bangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kedaulatan, daya saing, dan masa depan desa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa listrik desa bukan sekadar infrastruktur dasar, melainkan modal strategis pembangunan jangka panjang yang memungkinkan desa di wilayah terluar bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus memperkuat stabilitas sosial dan kawasan perbatasan.

Dengan tersedianya listrik sepanjang hari, berbagai aktivitas ekonomi masyarakat seperti perikanan dan kelautan, pengolahan hasil laut, UMKM desa, hingga pengembangan desa wisata diharapkan tumbuh lebih produktif dan berkelanjutan.

Selain itu, kualitas layanan pendidikan dan kesehatan di desa juga diharapkan meningkat.

Program ini dijalankan melalui pendekatan kolaborasi Octahelix yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, lembaga keuangan, serta masyarakat desa sebagai subjek utama pembangunan.

Dalam hal ini, PT PLN (Persero) berperan strategis sebagai penyedia utama energi listrik dan mitra pemerintah dalam memastikan pemerataan akses listrik yang andal dan berkeadilan.

“Tidak ada pertumbuhan ekonomi yang kuat tanpa sistem kelistrikan yang optimal. Energi listrik adalah fondasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk target hingga 8 persen,” ucap Ariza.

Ia menegaskan, Kemendes PDT siap terus memperluas kolaborasi lintas sektor guna memperkuat ketahanan energi desa sebagai bagian dari agenda besar ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

“Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN seperti PLN menjadi kunci untuk mewujudkan arahan Presiden dalam menghadirkan listrik hingga ke desa-desa kepulauan dan daerah tertinggal,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.