Akurat

Bahlil: Pemerintah Bangun Jaringan Listrik di 1.100 Desa Selama Setahun

Herry Supriyatna | 24 Oktober 2025, 22:44 WIB
Bahlil: Pemerintah Bangun Jaringan Listrik di 1.100 Desa Selama Setahun

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan, pemerintah telah membangun jaringan listrik di lebih dari 1.100 desa selama satu tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut Bahlil, peningkatan akses listrik di desa-desa merupakan salah satu program prioritas nasional dalam pemerataan pembangunan energi.

“Tahun ini Bapak Presiden kita mampu membangun jaringan di lebih dari 1.100 desa. Total desa yang belum teraliri listrik masih sekitar 5.700, dengan 4.400 di antaranya berada di tingkat dusun. Sekarang sedang berjalan pemasangan di 1.100 lebih desa,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia sudah teraliri listrik pada tahun 2030.

Presiden Prabowo, kata dia, memberikan perhatian khusus terhadap pemerataan akses energi agar anak-anak di pelosok negeri dapat menikmati teknologi dalam proses belajar.

Baca Juga: HPN Bukan Hanya Seremoni, Selalu Bawa Efek Domino Ekonomi di Daerah

“Presiden punya perhatian khusus untuk anak-anak di daerah pedalaman dan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Beliau ingin sekolah-sekolah di sana memakai teknologi, menggunakan layar pembelajaran digital. Karena itu, listrik harus tersedia,” jelasnya.

Bahlil menambahkan, ada dua model pasokan listrik yang tengah dikembangkan pemerintah, yaitu melalui jaringan konvensional dan pembangkit tenaga surya (solar panel).

“Kita sedang mempersiapkan sistem tenaga surya sebagai bagian dari upaya transisi energi ke depan,” kata dia.

Program Listrik Desa (Lisdes) menjadi salah satu fokus utama pemerintah, dengan target elektrifikasi mencakup 5.758 desa dan 1,2 juta rumah tangga.

Prioritas diberikan bagi daerah dengan keterbatasan akses, kondisi geografis menantang, serta kebutuhan sosial yang tinggi.

Hingga akhir 2024, rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 99,83 persen.

Karena itu, program Lisdes periode 2025–2029 difokuskan untuk menuntaskan kantong-kantong wilayah yang belum teraliri listrik di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Panduan Memilih Asuransi untuk Pensiun Dini: Lindungi Dana dan Kualitas Hidup Anda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.