Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemda untuk Dorong Kompetisi Sehat Antar Daerah

AKURAT.CO Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah (Pemda) sebagai upaya membangun iklim kompetitif dan mendorong kepala daerah meningkatkan pelayanan publik.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pemberian reward ini ditujukan untuk memotivasi para kepala daerah dalam memenuhi harapan masyarakat.
“Pemberian penghargaan ini selain memotivasi, juga kami harapkan menciptakan iklim kompetitif yang bisa memperkuat legitimasi para kepala daerah,” ujar Tito dalam Malam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah yang digelar Kemendagri bekerja sama dengan Tempo di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Ia menegaskan bahwa kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat memiliki legitimasi kuat.
Namun, Tito mengingatkan, tidak semua kepala daerah terpilih otomatis mendapat dukungan yang solid sepanjang masa jabatannya.
“Bahkan ada yang belum sampai setahun sudah didemo, dimakzulkan, dan sebagainya. Ini menjadi catatan bagi bapak-ibu sekalian,” tuturnya.
Tito menjelaskan bahwa penghargaan yang diberikan setiap tahun berbentuk trofi, dengan kategori yang disusun berdasarkan tugas-tugas utama kepala daerah.
Baca Juga: Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas, Agustina Akan Evaluasi BRT Trans Semarang
“Kategori itu meliputi kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, inflasi, pelayanan publik, tata kelola, lingkungan, hingga pemerintahan. Itu semua adalah pekerjaan kita bersama,” jelasnya.
Ia turut mengapresiasi tim juri yang telah menilai daerah secara empiris dan objektif berdasarkan kinerja di masing-masing bidang.
Melalui apresiasi ini, Tito berharap seluruh kepala daerah semakin terpacu menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
“Daerah memiliki pengaruh besar dengan total 38 provinsi, 98 kota, dan 514 kabupaten. Jika pemerintahan daerah pincang, itu bisa mempengaruhi angka nasional,” tegasnya.
Menurut Tito, tugas Kemendagri sebagai pengawas pemerintahan daerah salah satunya adalah memastikan Pemda bekerja lebih baik.
Sebelumnya, sebanyak 63 pemenang akan dipilih untuk menerima penghargaan Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 pada akhir November.
Para pemenang terbagi dalam tiga klaster: provinsi, kabupaten, dan kota, yang masing-masing dibagi berdasarkan kapasitas fiskal—tinggi, sedang, dan rendah.
Daerah dengan kapasitas fiskal tinggi memiliki PAD lebih besar dibanding transfer pusat.
Sementara daerah berkapasitas fiskal sedang masih membutuhkan sebagian dukungan dana pusat, dan daerah berkapasitas fiskal rendah bergantung hampir sepenuhnya pada transfer tersebut, termasuk yang memiliki indeks kapasitas fiskal di bawah 0,5.
Baca Juga: Ekspor RI Naik 6,96 Persen, Nonmigas Jadi Penopang Utama di 2025
Kemampuan fiskal ini selanjutnya dinilai dalam implementasi berbagai indikator, seperti tata kelola, penanggulangan kemiskinan, pengendalian inflasi, peningkatan akses dan kualitas pendidikan serta kesehatan, penyerapan tenaga kerja, penyediaan rumah layak huni, pertumbuhan ekonomi, hingga penurunan kesenjangan pendapatan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










