Akurat

Pramono Bertemu Wali Kota Bekasi, Buka-bukaan Soal Air Bersih hingga Nasib Bantar Gebang

Siti Nur Azzura | 8 Juli 2025, 17:59 WIB
Pramono Bertemu Wali Kota Bekasi, Buka-bukaan Soal Air Bersih hingga Nasib Bantar Gebang

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menerima kunjungan resmi Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, di Balai Kota, Selasa (8/7/2025).

Usai pertemuan tersebut, Pramono mengumumkan serangkaian rencana kerjasama strategis antarwilayah yang menyentuh langsung kebutuhan publik. Mulai dari mobilitas warga, distribusi air bersih, hingga perpanjangan pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

"Teman-teman sekalian, hari ini saya bersyukur bergembira mendapatkan tamu Wali Kota Bekasi dan kami secara detail ingin melakukan beberapa kerja sama," ujarnya.

Baca Juga: Krisis Sampah Jakarta Makin Parah, Pemprov Harus Setop Bergantung pada Bantar Gebang

Dia menyebut, kerja sama tersebut fokus pada dukungan Jakarta terhadap peningkatan infrastruktur dan pelayanan publik di Bekasi, khususnya yang berdampak pada mobilitas warga dari Bekasi ke Jakarta.

"Contohnya adalah yang berkaitan dengan park and ride, flyover, dan lain-lain. Tadi dibicarakan secara lebih lanjut oleh pemerintah Jakarta dan pemerintah Bekasi apa yang bisa dikontribusikan oleh Jakarta kepada pemerintah Bekasi," jelasnya.

Untuk menjalankan rencana tersebut, Jakarta dan Bekasi telah menunjuk tim teknis dari masing-masing daerah guna membahas langkah operasional secara konkret.

Selain infrastruktur transportasi, kerja sama juga menyentuh bidang air bersih. Pramono mengungkapkan, Jakarta siap menyalurkan sebagian kelebihan produksi air bersih ke Bekasi melalui kolaborasi antara PAM Jaya dan Tirta Patriot.

Baca Juga: Jalani Karakter Pekerja Keras, Denira Wiraguna Sampai Guling-guling di Bantar Gebang

"Saya sudah menyetujui, Pak Wali juga sudah sepakat, sehingga dengan demikian itu segera ditindaklanjuti," tegasnya.

Poin terakhir yang disepakati adalah komitmen memperpanjang pengelolaan TPST Bantar Gebang, yang masa kontraknya akan berakhir pada 2026. Pramono menegaskan, pentingnya keberlanjutan pengelolaan sampah regional ini demi kepentingan bersama.

"Karena bagaimanapun Bantar Gebang itu harus segera diperpanjang. Tapi secara prinsip saya akan secara sungguh-sungguh untuk menindaklanjuti apa yang tadi menjadi aspirasi baik oleh pemerintah Bekasi, tapi tentunya juga oleh pemerintah Jakarta," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.