Akurat

Ridwan Kamil Akan Pelajari Polemik Warga Kampung Bayam: Kita Carikan Solusinya

Atikah Umiyani | 4 September 2024, 15:08 WIB
Ridwan Kamil Akan Pelajari Polemik Warga Kampung Bayam: Kita Carikan Solusinya

AKURAT.CO Calon Gubernur Jakarta, Ridwan Kamil (RK), berjanji akan mempelajari soal polemik yang dialami warga Kampung Bayam, yang merupakan korban dari penggusuran pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) era Gubernur Anies Baswedan.

Mantan Gubernur Jawa Barat itu mengaku dirinya adalah sosok yang cepat belajar. Dia yakin, dapat mencari solusi atas masalah yang dihadapi warga Kampung Bayam.

"Karena saya baru banget, saya akan pelajari Kampung Bayam ini itu, ini itu. Percayalah saya cepat belajar, nanti kita ada sesi khusus kepada spesifik-spesifik isunya," kata RK di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2024).

Baca Juga: Dipaksa Aparat Tinggalkan Rusun, Warga Kampung Bayam Masih Nekat Bertahan

Meski belum bisa memberi solusi secara spesifik, dia memiliki prinsip untuk selalu mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam pengambilan kebijakan. Dia menegaskan, keadilan harus dirasakan oleh semua pihak.

"Poinnya saya enggak bisa spesifik satu permasalahan ya, tujuannya sila ke-5 keadilan sosial, jadi keadilan sosial itu artinya semua difasilitasi, menengah-bawah negara hadir. Nanti diturunkan kepada pola-pola," ujarnya.

Menurutnya, semua warga Jakarta berhak untuk memiliki tempat tinggal. Dia juga ingin semua warga Jakarta bisa tingal dengan aman dan nyaman.

"Saya juga pernah melakukan hal yang sama waktu jadi wali kota. Yang penting rakyat Jakarta punya rumah, tempat berteduh. Masalahnya tetap di situ atau geser sedikit atau pindah, yang penting mereka berhak tinggal di kota ini dengan nyaman aman, kita carikan solusinya," ungkapnya.

Sebagai informasi, Anies Baswedan sebelumnya sudah meresmikan hunian Kampung Susun Bayam (KSB) sebelum dirinya lengser dari jabatan Gubernur. Anies juga menjanjikan kepada warga untuk bisa menempati hunian tersebut.

Namun, nyatanya sampai saat ini hunian tersebut masih belum bisa ditempati oleh warga Kampung Bayam yang menjadi korban gusuran. Hal ini terjadi karena ada persoalan mulai dari administrasi hingga tarif hunian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.