Apa Itu Suku Awyu dan Bagaimana Kaitannya dengan Seruan All Eyes on Papua?

AKURAT.CO Tagar dan seruan narasi All Eyes on Papua kini tengah viral di media sosial.
Seruan All Eyes on Papua merupakan gerakan menyuarakan konflik lahan yang tengah terjadi di Papua.
Kampanye ini adalah bentuk protes terhadap pengambilalihan hak masyarakat adat Papua oleh perusahaan-perusahaan besar yang mengubah hutan adat menjadi perkebunan sawit.
Lebih lanjut, Suku Awyu didampingi oleh Koalisi Selamatkan Hutan Adat Papua, mengajukan gugatan terhadap izin lingkungan kebun sawit PT Indo Asiana Lestari (PT IAL).
Sehubungan dengan itu, apa itu Suku Awyu dan bagaimana kaitannya dengan seruan All Eyes on Papua?
Dikutip dari laman resmi Greenpeace, Senin (3/5/2024), Suku Awyu merupakan salah satu dari ratusan kelompok etnis di Papua.
Masyarakat adat suku Awyu tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Mappi dan Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.
Baca Juga: SBY Puji Prabowo Bahas Perdamaian Palestina di IISS Shangri-La Dialogue: Strong and Beautiful
Suku Awyu yang berbicara dalam dialek Awyu tinggal di desa-desa sekitar sungai, seperti Sungai Bamgi, Sungai Edera, Sungai Kia, Sungai Mappi, Sungai Pesue dan Asue, serta Sungai Digoel, termasuk daerah lahan gambut dan rawa.
Kehidupan masyarakat adat Awyu saat ini terancam oleh operasi sejumlah perusahaan sawit di Boven Digoel, Papua Selatan.
Beberapa perusahaan tersebut adalah PT Indo Asiana Lestari (PT IAL), PT Megakarya Jaya Raya, dan PT Kartika Cipta Pratama.
Konsesi perusahaan-perusahaan sawit ini berada di tanah dan hutan adat suku Awyu yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka.
Hutan adat suku Awyu menyediakan sumber pangan, obat-obatan, identitas sosial budaya, dan mata pencaharian.
Di hutan tersebut, masyarakat dapat berburu, mengumpulkan bahan pangan dan obat-obatan dari tumbuh-tumbuhan serta mencari kayu gaharu untuk dijual.
Saat ini, PT IAL belum beroperasi, tetapi mereka pernah mencoba membuka hutan di wilayah sakral suku Awyu dan dihentikan oleh masyarakat.
Pejuang lingkungan dari suku Awyu, Hendrikus Woro, menggugat Pemerintah Provinsi Papua atas pemberian izin kelayakan lingkungan hidup kepada PT IAL.
PT IAL memiliki izin lingkungan seluas 36.094 hektare yang lebih dari setengah luas DKI Jakarta, dan berada di hutan adat marga Woro, bagian dari suku Awyu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








