Akurat

VIRAL Istri di Jember Dianiaya Hingga Disekap di Kandang Sapi, Suami Kesal Karena Pergi Kerja Tanpa Izin

Shalli Syartiqa | 16 Maret 2024, 21:26 WIB
VIRAL Istri di Jember Dianiaya Hingga Disekap di Kandang Sapi, Suami Kesal Karena Pergi Kerja Tanpa Izin

AKURAT.CO Viral di media sosial istri di Jember dianiaya hingga disekap di kandang sapi.

Supiati (48), warga Dusun Krajan, Desa Glundengan, wilayah Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suaminya sendiri, Toheri (51).

Toheri mengurung Supiati di dalam kandang sapi dan juga melakukan kekerasan fisik dengan menggunakan kayu, pada Kamis (7/3/2024).

Kasus penganiayaan di kandang sapi ini dikarenakan Supiati yang pergi bekerja keluar kota dua bulan tanpa seizin suaminya, Toheri.

Setelah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Medan, Sumatera Utara, Supiati kembali pulang ke rumahnya di Jember, Senin (4/3/2024).

Namun, alih-alih disambut dengan hangat oleh keluarga, Supiati malah mengalami kekerasan dari Toheri.

Dalam keadaan marah, Toheri menyiksa Supiati dengan kejam. Selain itu, Supiati juga disekap di dalam kandang sapi yang kosong oleh suaminya sendiri.

Baca Juga: Profil Suvia Gassanie, Viral Usai Bongkar Kasus Perselingkuhan Suaminya dengan Anggun Reza, Ternyata Nikah Modal Uang Ortu

Tangan Supiati bahkan diikat dengan tali dan rantai ke tiang di dalam kandang sapi.

Kapolsek Wuluhan, AKP Solekhan Arief, mengungkapkan bahwa Supiati berhasil melarikan diri dan melepaskan diri dari ikatan pada malam Kamis tersebut.

“Tujuan tangannya diikat agar korban tidak kabur. Tapi sekitar pukul 9 malam, korban dapat melepas tali yang mengikatnya kemudian melarikan diri," jelasnya.

Supiati berhasil melarikan diri dan bersembunyi di sebuah gudang sambil meminta pertolongan.

"Warga mendengar suara minta tolong dari arah gudang di wilayah setempat. Saat didatangi, didapati ada perempuan yang ternyata korban KDRT itu," ungkap Arief.

Ia kemudian ditemukan oleh warga setelah mereka mendengar teriakan minta tolong.

Dibantu oleh perangkat desa setempat, Supiati kemudian dibawa ke Polsek Wuluhan untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Mengenai kasus ini, Arief menyatakan bahwa Polsek Wuluhan telah berkoordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polres Jember dan DP3AKB untuk menangani trauma psikis yang dialami oleh korban.
 
Arief juga menambahkan bahwa pasangan suami istri yang terlibat dalam kasus KDRT tersebut memiliki tiga anak.
 
Anak bungsu dari pasangan tersebut juga sedang mendapat perhatian khusus dalam proses penyembuhan trauma, karena ia menyaksikan secara langsung tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ayah terhadap ibunya.
 
"Anaknya ada 3. Anak yang paling kecil kelas 6 SD ini ikut dengan orang tuanya, dan karena mengetahui kejadian yang dialami ibu dan bapaknya. Agar tidak trauma kami dampingi," pungkas Arief.
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.