Akurat

Tokoh Muda Tangsel Ajak Leony Duduk Bareng Cari Solusi

Mukodah | 3 Oktober 2025, 23:32 WIB
Tokoh Muda Tangsel Ajak Leony Duduk Bareng Cari Solusi

AKURAT.CO Artis Leony Vitria menyampaikan kritik sejumlah kebijakan hingga anggaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan, yang dinilai tidak sebanding dengan alokasi untuk kesejahteraan rakyat.
 
Leony melalui akun Instagram menyoroti beberapa kejanggalan dalam anggaran Pemkot Tangsel. Seperti tingginya biaya konsumsi rapat dibandingkan anggaran perbaikan jalan dan anggaran besar untuk alat kantor hingga suvenir.
 
Kritik bermula ketika Leony mengunggah video menceritakan bahwa dirinya merasa keberatan dengan Pemkot Tangsel, adanya beban BPHTB dalam proses balik nama rumah peninggalan ayahnya.

Baca Juga: Tarif Diatur UU HKPD, Pakar Jelaskan Polemik BPHTB Rumah Warisan Artis Leony
 
Tokoh muda Tangerang Selatan, Dadit H. Gani, pun turut berkomentar dengan adanya kritik tersebut. Dia mengapresiasi atas pendapat yang disampaikan oleh Leony.
 
Namun, ia menyebut bahwa alangkah baiknya jika hal ini tidak hanya sebatas viral di media sosial tetapi bisa menjadi momentum untuk bisa berdiskusi dengan pihak Pemkot Tangsel untuk membantu mencari solusi.
 
"Sehingga hal ini harus dibicarakan dan disampaikan kepada pemerintah kota dan stakeholder lainnya agar kita semua bisa berkolaborasi dalam mencari solusi bersama sama," kata Dadit, dalam keterangannya, Jumat (3/10/2025).

Baca Juga: Pramono Teken Relaksasi Pajak Daerah, Permudah Warga Punya Rumah hingga Sekolah Swasta Bebas PBB
 
Menurutnya, sebagian wilayah Tangsel memang didominasi oleh beberapa pengembang, namun masih banyak pemukiman dan perkampungan yang padat penduduk dengan fasilitas dan infrastruktur serta masalah yang kompleks berada dan diapit oleh komplek atau cluster mandiri.
 
Ia menjelaskan bahwa Kota Tangerang Selatan merupakan kota otonom yang baru lahir di tahun 2008 hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Justru, menjadi pekerjaan yang tidak mudah bagi pemerintah kota yang masih berumur 17 tahun ini untuk mengejar pembangunan pada area-area lain.
 
"Agar gap kesenjangan antara kawasan pengembang dan pemukiman padat penduduk tidak semakin jauh dan tertinggal," katanya.

Baca Juga: Berkat MBG, UMKM Pemasok Ikan di Tangsel Makin Moncer Tambah Karyawan
 
Dadit pun mengapresiasi langkah Pemkot Tangsel dalam membuat, menjaga, membersihkan dan merawat fasilitas maupun infrastruktur pada kawasan-kawasa pemukiman padat penduduk, meskipun masih banyak yang harus dilakukan.
 
Ia menyebut kesenjangan sosial merupakan masalah klasik kota kota besar, termasuk di Kota Jakarta. Namun, Dadit mengatakan bahwa Pemkot Tangsel bisa turut hadir dan memberikan perubahan secara bertahap.
 
"Ini merupakan tugas kita bersama untuk berkolaborasi demi kenyamanan kita semua," katanya.

Baca Juga: Ibu di Tangsel Harap Program MBG Tetap Lanjut: Cuma di Sini Saya Bisa Ditampung Kerja
 
Dadit sebagai tokoh muda pun mendorong agar berbagai dinamika yang terjadi di Tangsel bisa dikomunikasikan secara arif dan di kolaborasikan bersama-sama dengan pemkot.
 
"Karena, jika hanya sebatas viral dan akhirnya membuat situasi tidak kondusif ditengah masyarakat, maka kita semua yang akan merugi," ujarnya.
 
Menurutnya, Tangerang Selatan bukan hanya kawasan-kawasan modern dengan klaster-klaster mandiri tapi juga pemukiman padat penduduk yang memiliki masalah sosial yang kompleks.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan di Salah Satu Sekolah Daerah Tangsel Belum Tuntas, Penegakan Hukum Jadi Sorotan!
 
"Dan ini perlu kita selesaikan sebagai tanggung jawab moral bersama," kata Dadit.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK