Akurat

Kronologi Dentuman Bola Api Misterius di Cirebon yang Diduga sebagai Meteor Jatuh

Naufal Lanten | 5 Oktober 2025, 23:39 WIB
Kronologi Dentuman Bola Api Misterius di Cirebon yang Diduga sebagai Meteor Jatuh

AKURAT.CO Minggu malam, 5 Oktober 2025, suasana di Kabupaten Cirebon mendadak mencekam. Tepat sekitar pukul 19.00 WIB, warga dikejutkan oleh suara dentuman keras yang terdengar hingga belasan kilometer. Fenomena ini menimbulkan kepanikan sekaligus rasa penasaran, terutama setelah sejumlah saksi mengaku melihat bola api melintas dan jatuh dari langit di kawasan Kecamatan Lemahabang, Cirebon Timur.

Video dan foto yang diunggah warga di media sosial memperlihatkan cahaya terang menyerupai bola api yang melesat cepat sebelum terdengar dentuman keras, membuat peristiwa ini langsung viral.

Kronologi Dentuman dan Bola Api di Langit Cirebon

Warga pada awalnya mengira suara dentuman berasal dari ban kendaraan besar yang meledak di jalan tol. Namun, berbagai unggahan di media sosial menggambarkan bahwa ledakan itu bukan berasal dari ban.

BPBD Kabupaten Cirebon menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG untuk menelusuri sumber dentuman. Menurut pantauan BMKG, memang ada getaran yang terekam oleh seismograf tapi tidak jelas dari mana sumbernya. Namun, BMKG memastikan bahwa getaran tersebut bukan berasal dari pergerakan lempeng bumi.

Sejumlah saksi menambahkan bahwa sebelum terdengar dentuman, mereka sempat melihat benda bercahaya mirip meteor atau roket melintas di langit. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah fenomena ini benar berkaitan dengan jatuhnya benda antariksa.

Fenomena benda bercahaya ini hanya berlangsung singkat sebelum hilang dari pandangan, namun berhasil menarik perhatian banyak pengguna media sosial. Video dan foto yang diunggah memperlihatkan kilatan cahaya melintas di langit sebelum akhirnya terdengar dentuman keras di berbagai wilayah Cirebon, termasuk Kuningan.

Dugaan Meteor dan Hubungannya dengan Fenomena Astronomi Oktober

Fenomena bola api di Cirebon ini kerap dikaitkan dengan hujan meteor Orionid yang diperkirakan akan terjadi pada bulan Oktober 2025. Berdasarkan informasi NASA, puncak hujan meteor Orionid diperkirakan terjadi pada 22–23 Oktober 2025, dengan intensitas sekitar 20 meteor per jam yang bisa terlihat dari belahan Bumi utara maupun selatan.

Hujan meteor Orionid terjadi ketika Bumi melintasi jalur orbit Komet Halley. Partikel debu dari komet ini memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 66 kilometer per detik, menghasilkan cahaya terang menyerupai bintang jatuh yang mungkin mirip dengan fenomena bola api di Cirebon.

Meskipun begitu, hingga saat ini pihak berwenang belum memberikan konfirmasi resmi apakah dentuman keras dan bola api yang muncul di Cirebon berkaitan langsung dengan jatuhnya meteor atau fenomena lainnya, seperti roket atau benda antariksa lainnya.

Tim BPBD dan Pemerintah Masih Melakukan Penyelidikan

Hingga Minggu malam, tim BPBD Kabupaten Cirebon masih menelusuri kemungkinan dampak dari peristiwa ini, termasuk potensi kerusakan di wilayah terdampak. Sementara itu, warga di berbagai kecamatan terus membicarakan kejadian ini, yang membuat langit malam menjadi tontonan sekaligus misteri.

Fenomena ini juga menimbulkan kehebohan di media sosial TikTok dan Instagram, di mana banyak video memperlihatkan bola api melintas cepat, kobaran api di dekat Tol Ciperna, serta dentuman yang terdengar hingga wilayah sekitar. Meski viral, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah daerah atau pengelola jalan tol terkait sumber kebakaran atau identitas benda langit tersebut.

Kesimpulan

Dentuman keras dan bola api yang muncul di langit Cirebon pada 5 Oktober 2025 menjadi fenomena langit yang misterius dan menarik perhatian publik. Dugaan awal mengarah pada meteor, namun penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan. Fenomena ini mengingatkan kita betapa alam semesta masih menyimpan banyak misteri yang menakjubkan.

Kalau kamu tertarik dengan perkembangan ini, pantau terus update selanjutnya di media terpercaya untuk mendapatkan informasi resmi dan terkini.

Baca Juga: Apa Itu Meteor Perseid? Fenomena Langit Menakjubkan yang Bisa Disaksikan Agustus 2025

Baca Juga: Temukan Batu Meteor Pembentuk Kehidupan, Peneliti: Ini Sangat Menakjubkan!

FAQ

1. Apa yang terjadi di Cirebon pada 5 Oktober 2025 malam?
Pada Minggu malam, 5 Oktober 2025, warga Cirebon mendengar dentuman keras yang terdengar hingga belasan kilometer. Beberapa saksi juga melaporkan melihat bola api melintas di langit, diduga sebagai meteor atau benda antariksa yang jatuh.

2. Di mana lokasi bola api terlihat?
Bola api dilaporkan terlihat di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Lemahabang, Cirebon Timur, Desa Mertapada (Astanajapura), dan sekitar Tol Ciperna. Warga dari desa dan kecamatan lain di Kabupaten Cirebon juga merasakan dentuman tersebut.

3. Apakah dentuman tersebut berasal dari gempa bumi?
Menurut BPBD dan pantauan BMKG, dentuman yang terdengar bukan berasal dari gempa bumi atau pergerakan lempeng bumi. Ada getaran yang terekam seismograf, tetapi sumber pastinya belum diketahui.

4. Apakah fenomena ini berkaitan dengan hujan meteor Orionid?
Fenomena ini kemungkinan mirip meteor, tetapi hujan meteor Orionid yang diperkirakan terjadi pada Oktober 2025 baru mencapai puncaknya pada 22–23 Oktober. Jadi, belum bisa dipastikan bahwa bola api yang terlihat di Cirebon berkaitan langsung dengan hujan meteor Orionid.

5. Apakah ada korban atau kerusakan akibat peristiwa ini?
Hingga laporan terakhir, belum ada konfirmasi resmi mengenai korban atau kerusakan akibat fenomena bola api dan dentuman di Cirebon. Tim BPBD masih melakukan penyelidikan di wilayah terdampak.

6. Mengapa peristiwa ini viral di media sosial?
Video dan foto yang diunggah warga menunjukkan kilatan cahaya cepat menyerupai bola api dan kobaran api di sekitar Tol Ciperna. Fenomena langka ini menarik perhatian pengguna TikTok, Instagram, dan platform media sosial lainnya.

7. Kapan warga bisa mendapat informasi resmi tentang fenomena ini?
Pihak berwenang dan BPBD Kabupaten Cirebon masih menelusuri sumber dentuman dan bola api. Warga disarankan mengikuti update resmi dari pemerintah daerah, BMKG, dan media terpercaya untuk informasi terkini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.