Kronologi Puting Beliung di Kemang Bogor
Cuaca ekstrem mulai terasa di kawasan Kemang sekitar pukul 16.00 WIB. Hujan deras yang disertai angin kencang berkembang menjadi angin puting beliung yang bergerak cepat dan merusak permukiman warga. Angin berputar tersebut bahkan mampu mengangkat material berat berupa bagian sayap pesawat bekas dari sebuah bengkel pesawat milik pribadi yang berada tak jauh dari lokasi.
Material pesawat yang sudah tidak terpakai itu terbawa angin hingga ratusan meter sebelum akhirnya menimpa atap rumah warga. Kejadian ini membuat warga panik karena potongan pesawat berukuran besar tersangkut di bangunan rumah dan belum bisa dievakuasi hingga beberapa waktu setelah kejadian.
Data Kerusakan Rumah dan Warga Mengungsi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat total 55 rumah terdampak angin puting beliung. Rinciannya, di Desa Pondok Udik, Kampung Babakan, terdapat 10 rumah dengan kategori rusak sedang dan 14 rumah rusak ringan. Dari jumlah tersebut, tiga rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa langsung bagian bangkai pesawat.
Sementara itu, di Desa Jampang, tercatat 12 rumah mengalami kerusakan ringan. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, dampak kerusakan memaksa sejumlah warga mengungsi. Sebanyak tujuh kepala keluarga dengan total 23 orang harus meninggalkan rumah mereka dan sementara tinggal di rumah kerabat di sekitar lokasi kejadian.
Bangkai Pesawat Belum Dievakuasi
Hingga setelah kejadian, material bangkai pesawat yang tersangkut di atap rumah warga masih belum dievakuasi. Proses evakuasi menunggu penanganan dari pihak pemilik bengkel pesawat dengan dukungan alat berat. Selain itu, beberapa rumah dengan kategori rusak sedang juga belum dapat diperbaiki karena kondisi bangunan yang masih berisiko.
Pemerintah desa setempat telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses evakuasi dan perbaikan dapat segera dilakukan, mengingat potensi bahaya lanjutan jika material berat tersebut tetap berada di atas rumah warga.
Penjelasan BMKG soal Fenomena Puting Beliung
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa puting beliung merupakan fenomena angin berputar berkecepatan tinggi yang umumnya muncul dari awan cumulonimbus saat kondisi cuaca ekstrem. Fenomena ini dipicu oleh pertemuan udara panas dan lembap di permukaan dengan udara dingin di lapisan atas atmosfer, sehingga menciptakan ketidakstabilan.
Dalam kondisi tertentu, angin dapat berputar secara spiral dengan kecepatan lebih dari 34,8 knot atau sekitar 64 kilometer per jam. Angin ini bergerak melingkar, menyentuh permukaan bumi, dan biasanya berlangsung singkat, tetapi memiliki daya rusak yang kuat, seperti yang terjadi di Kemang, Bogor.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
BMKG mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda cuaca ekstrem, terutama munculnya awan cumulonimbus yang sering menjadi pemicu angin puting beliung. Saat hujan deras dan angin kencang terjadi, masyarakat diimbau menghindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan yang strukturnya rapuh.
Selain itu, mengikuti peringatan dini cuaca dari BMKG dan memastikan struktur atap rumah cukup kuat menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kerusakan saat cuaca ekstrem melanda.
Kesimpulan
Peristiwa puting beliung di Kemang, Bogor, menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat menimbulkan dampak besar dalam waktu singkat. Meski tidak menelan korban jiwa, kerusakan puluhan rumah dan terlemparnya material pesawat bekas menunjukkan betapa kuatnya daya rusak angin puting beliung. Kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan penataan lingkungan yang aman menjadi kunci untuk mengurangi risiko serupa di masa mendatang.
Kalau kamu ingin terus mengikuti perkembangan penanganan dampak puting beliung di Bogor dan update cuaca ekstrem lainnya, pantau terus informasi terbaru di AKURAT.CO.
Baca Juga: 15 Rekomendasi Tempat Wisata di Bogor yang Lagi Hits, Cocok untuk Liburan Tahun Baru 2026
Baca Juga: Rekomendasi Wisata Alam Ramah Anak di Bogor yang Wajib Dikunjungi Saat Libur Nataru
FAQ
Apa yang terjadi dalam peristiwa puting beliung di Kemang, Bogor?
Puting beliung melanda wilayah Kemang, Kabupaten Bogor, pada 29 Desember 2025 sore. Angin kencang yang disertai hujan deras menyebabkan kerusakan puluhan rumah warga dan menerbangkan material pesawat bekas hingga menimpa permukiman.
Berapa jumlah rumah yang rusak akibat puting beliung di Kemang Bogor?
BPBD Kabupaten Bogor mencatat total 55 rumah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut terbagi dalam kategori rusak ringan dan rusak sedang di Desa Pondok Udik dan Desa Jampang.
Apakah ada korban jiwa atau luka dalam kejadian ini?
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat puting beliung di Kemang. Namun, sejumlah warga terdampak terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan.
Berapa jumlah warga yang mengungsi akibat puting beliung?
Sebanyak tujuh kepala keluarga dengan total 23 orang mengungsi ke rumah kerabat di sekitar lokasi kejadian karena kondisi rumah yang tidak aman untuk ditempati.
Mengapa sayap pesawat bisa terlempar hingga menimpa rumah warga?
Sayap pesawat tersebut berasal dari material pesawat bekas yang tersimpan di bengkel pesawat milik pribadi. Saat puting beliung terjadi, angin berkecepatan tinggi mengangkat dan menerbangkan material tersebut hingga ratusan meter sebelum menimpa rumah warga.
Apakah bangkai pesawat yang menimpa rumah sudah dievakuasi?
Hingga beberapa waktu setelah kejadian, material bangkai pesawat belum dievakuasi. Proses evakuasi menunggu penanganan dari pemilik bengkel pesawat dengan dukungan alat berat.
Apa penyebab terjadinya puting beliung menurut BMKG?
BMKG menjelaskan bahwa puting beliung muncul akibat ketidakstabilan atmosfer, yang terjadi ketika udara panas dan lembap di permukaan bertemu dengan udara dingin di lapisan atas. Kondisi ini biasanya terbentuk dari awan cumulonimbus saat cuaca ekstrem.
Seberapa berbahaya angin puting beliung?
Angin puting beliung memiliki kecepatan lebih dari 34,8 knot atau sekitar 64 km per jam. Meski berlangsung singkat, angin ini mampu merusak bangunan, menumbangkan pohon, dan menerbangkan benda berat.
Apa imbauan BMKG kepada masyarakat saat cuaca ekstrem?
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tanda-tanda awan cumulonimbus, menghindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan rapuh, serta mengikuti peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan secara resmi.
Bagaimana cara mengurangi risiko dampak puting beliung?
Risiko dapat diminimalkan dengan memastikan struktur atap rumah kuat, mengamankan benda-benda yang mudah terbang, serta segera mencari tempat aman saat cuaca ekstrem terjadi.