Akurat

Temukan Batu Meteor Pembentuk Kehidupan, Peneliti: Ini Sangat Menakjubkan!

Sopian | 10 Maret 2021, 20:30 WIB
Temukan Batu Meteor Pembentuk Kehidupan, Peneliti: Ini Sangat Menakjubkan!

AKURAT.CO, Sejumlah fragment bebatuan ditemukan di wilayah Winchcombe dari Gloucestershire dari percikan sinar berapi yang sempat terlihat di langit selatan Inggris yang terjadi lebih dari satu minggu yang lalu.

Sebuah keluarga melaporkannya kepada ahli setelah menemukan sebuah tumpukan batu yang telah hangus di jalan. Setelah itu, sejumlah keluarga lain juga menyatakan berbagai penemuannya.

 bbc.co.uk

Peneliti bidang terkait menyatakan sangat senang karena kelangkaan tipe batuan tersebut. Sedangkan penemuan materi meteor tersebut terakhir kali terjadi di Inggris sekitar 30 tahun yang lalu.

Dr Ashley King dari Natural History Museum (NHM) London menyatakan bahwa batu tersebut adalah Carbonaceous Chondrite, jenis bebatuan yang tidak pernah berubah sejak pembentukan tata surya terjadi pertama kali pada 4,6 miliar tahun lalu. Selain itu, dirinya juga menambahkan bahwa belum pernah ada penemuan jenis batu tersebut di Inggris.

“Carbonaceous Chondrite sangatlah spesial karena jenis bebatuan penting dalam pembentukan sistem Tata Surya kita. Sebagian besar mengandung organik sederhana dan asam amino. Sebagian yang lain mengandung mineral yang merupakan pembentuk air. Jadi, segala bahan yang diperlukan dalam membentuk sebuah planet layak huni seperti Bumi ada di sana untuk dipahami,” jelas Dr Ashley kepada BBC News.

 bbc.co.uk

Sebelumnya, ribuan orang menyatakan telah melihat sebuah percikan cahaya yang melintas di langit pada Minggu (28/2) malam waktu setempat. Peristiwa tersebut juga berhasil direkam oleh kamera spesial dari UK Fireball Alliance (UKFAII). Dari sinilah peneliti dapat menentukan wilayah jatuhnya sejumlah material dari peristiwa tersebut.

Perkiraan awal, wilayah tersebut berada di sekitar utara Cheltenham. Namun, sejumlah material juga tersebar di sebuah perumahan Winchcombe. Dengan luasnya wilayah pencarian, sebuah tim telah dibentuk demi terus mencari berbagai serpihan dan pecahan dari material meteor tersebut.

“Saya melihat ke kantong plastik di mana material tersebut disimpan dan seketika itu kaki saya langsun bergetar. Itu sangat menakjubkan. Ini adalah meteorit yang sangat spesial,” ungkap peneliti dari Open University.

Selain itu, Prof Monica Grady, peneliti dari Open University, juga menyatakan bahwa dirinya sangat terkesima dengan meteor tersebut. Bahkan, dirinya menyebut meteor tersebut sebagai ‘Hal paling indah yang pernah dilihat’.

Dari sekitar 65 ribu meteorit yang berhasil dikumpulkan di berbagai penjuru dunia, hanya 1.206 di antaranya yang proses jatuhnya berhasil disaksikan oleh sejumlah orang dan hanya 51 di antaranya dikenal sebagai tipe Carbonaceous Chondrite.

Dari kamera yang berhasil merekam proses masuknya batu meteor tersebut ke orbit bumi, para peneliti menyimpulkan bahwa objek tersebut berasal dari sabuk asteroid luar menuju planet Jupiter. Ini juga menjelaskan bahwa material ini sangatlah primitif.

“Batu itu tidak memiliki sama sekali kesempatan untuk berubah sejak waktu sebelum-planet. Itu akan memberikan kita sebuah pengetahuan terkait seperti apa Sistem Tata Surya kita sebelum planet-planet bermunculan,” jelas Prof Sara Russel dari NHM.

bbc.co.uk

Menanggapi hal ini, para peneliti mengimbau para warga lokal untuk tetap waspada akan batu kehitaman kecil atau bahkan gundukan debu hitam. Bagi siapa pun yang menemukannya, diharapkan untuk memotretnya dan memberikan tanda lokasinya di GPS. Selain itu, objek tersebut harus disimpan di kertas timah tanpa sentuhan langsung dan tidak boleh didektkan dengan magnet. Selain itu, investigasi ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah peneliti dari berbagai universitas seperti Manchester, Glasgow, Plymouth, dan Imperial COllege London.

Sedangkan batu meteorit terakhir yang ditemukan di Inggris terjadi pada tahun 1991 silam yang bernama Meteorit Glatton, yang jatuh di desa Glatton sekitar Peterborough. Penemunya, Arthur Pettifor yang sedang merawat tanaman di kebunnya ketika sebuah batu berukuran 10 centimeter jatuh di pagar kebunnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.