AKURAT.CO, Pengamat sepakbola, Binder Singh, secara terbuka menagih tanggung jawab Wakil Ketua Umum PSSI, Zainuddin Amali atas kegagalan Timnas U-22 Indonesia di SEA Games 2025.
Binder Singh menilai Zainudin Amali sebagai pihak yang paling layak dimintai penjelasan akan kegagalan Timnas Indonesia U-22 di ajang SEA Games 2025. Sebab memang pria yang menjabat Wakil Ketua Umum PSSI ini berstatus penanggung jawab langsung Timnas Garuda Muda.
Binder Singh juga turut menyoroti unggahan Instagram anggota Exco PSSI, Arya Sinuligga yang menyatakan “minta maaf, urusan Timnas sepakbola putra untuk SEA Games, saya tidak mengerti (silakan tanya yang mengerti)”. Menurut Binder, pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat, urusan Timnas SEA Games 2025 berada di bawah kendali Zainuddin Amali.
Selain itu, Binder menegaskan, pemilihan Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas Indonesia U-22 juga merupakan keputusan Zainuddin Amali. Bahkan, target medali emas yang akhirnya berujung kegagalan total disebut berasal dari Zainudin Amali.
Hal ini berbeda dengan target pemerintah melalui Kemenpora yang hanya membebankan Timnas Indonesia U-22 meraih medali perak.
Fakta bahwa Timnas Indonesia U-22 gagal meraih satu pun medali, bahkan tersingkir di fase grup, dinilai sebagai kegagalan nonteknis yang harus dijelaskan secara terbuka oleh Amali.
“Indra Sjafri sudah menyatakan bertanggung jawab secara teknis. Sekarang pertanyaannya, siapa yang bertanggung jawab secara nonteknis?” ujar Binder dalam keterangan resminya, Minggu (14/12/25).
Ia menilai seharusnya ada diskusi intensif antara Waketum PSSI dan pelatih terkait strategi krusial, termasuk laga penentuan melawan Myanmar yang membutuhkan kemenangan dengan margin gol tertentu.
Ketidaksiapan strategi, pemilihan pelatih yang sejak awal menuai perdebatan publik, hingga pemanfaatan pemain seperti Ivar Jenner yang dinilai tak sesuai kapasitas, disebut sebagai bukti lemahnya perencanaan.
Ironisnya, Amali sendiri sebagai penanggung jawab Timnas tidak datang dan mendampingi tim di Thailand.
Binder Singh menyebut kegagalan ini sebagai sesuatu yang memalukan, terlebih Indonesia takluk dari Filipina. Meski demikian, ia menegaskan kritik ini bukan untuk menjatuhkan Timnas, melainkan menuntut akuntabilitas.
“Kalau Erick Thohir bisa minta maaf atas kegagalan Timnas senior, maka publik berhak menunggu siapa dari PSSI yang bertanggung jawab atas kegagalan SEA Games ini,” tegasnya.
Menurut Binder, evaluasi tidak boleh berhenti pada pelatih. Publik menanti keberanian Zainuddin Amali untuk tampil dan menjelaskan kegagalan Timnas Indonesia U-22 yang digadang-gadang bertabur talenta, termasuk pemain diaspora, namun justru pulang tanpa prestasi.
Seperti diketahui Timnas Indonesia U-22 gagal melenggang ke babak semifinal SEA Games 2025. Meski meraih kemenangan 3-1 atas Myanmar di laga terakhir grup C yang berlangsung di Stadion 700 Anniversary, Chiang Mai, Thailand, Jumat (12/12) kemenangan ini belum cukup membawa Skuat Garuda Muda lolos.
Sebab tim besutan Indra Sjafri ini kalah agresifitas gol dari Malaysia yang berhak lolos ke babak semifinal SEA Games 2025 lewat jalur runner up terbaik.