Akurat

CEO Timnas Malaysia Tegaskan Tak Terlibat Urusan Dokumen Palsu Pemain Naturalisasi

Badri | 17 Oktober 2025, 16:50 WIB
CEO Timnas Malaysia Tegaskan Tak Terlibat Urusan Dokumen Palsu Pemain Naturalisasi

AKURAT.CO, CEO Harimau Malaya, Rob Friend, akhirnya bicara soal sanksi FIFA terhadap Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi Tim Nasional Malaysia.

Dalam sesi konferensi pers di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (17/10), Rob Friend mengatakan bahwa banyak komentar publik terhadap posisinya dalam sanksi FIFA “di luar batas”.

Ini disampaikan Rob Friend karena sebagian pihak menganggap bahwa ia sebagai CEO Timnas Malaysia bertanggungjawab atas tuduhan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi.

Baca Juga: Nepal Ajukan Banding soal Pemain Naturalisasi, FIFA Tinjau Ulang Kemenangan Malaysia

“Penting untuk menentukan peran Anda dalam proses naturalisasi. Sanksi FIFA sehubungan dokumen, dan dari sudut pandang tim nasional, kami tidak terlibat di sana,” kata Friend sebagaimana dipetik dari New Strait Times.

“Dengan transparansi penuh, peran kami selalu sebatas mengidentifikasi pemain mana yang berada di kolam bakat. Ketika dokumen diloloskan FIFA dan pendaftaran lengkap, para pemain itu layak dipilih. Itu saja.”

Rob Friend, 44 tahun, adalah eks pesepakbola yang ditunjuk mengepalai proyek Timnas Malaysia pada akhir Desember silam. Pria asal Kanada ini bertanggungjawab terhadap urusan kesepakbolaan Timnas Malaysia.

Di antaranya merekrut Peter Cklamovski sebagai Pelatih Timnas Malaysia dan melakukan naturalisasi pemain. Adapun pelopor proyek ini adalah Pangeran Johor, Tunku Ismail yang akrab disapa TMJ.

Baca Juga: Pelatih Timnas Malaysia Minta Maaf kepada FAM, Tak Ada Niat untuk Tak Menghormati

FIFA sendiri sejauh ini telah menghukum FAM denda sebesar 350 ribu Franc Swiss dan 2.000 franc berikut larangan beraktifitas di dunia sepakbola selama 12 bulan terhadap masing-masing tujuh pemain bersangkutan.

Tujuh pemain itu adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

FIFA mendakwa FAM telah mendaftarkan dokumen palsu berkaitan dengan tempat lahir kakek dan nenek tujuh pemain tersebut.

Regulasi FIFA salah satunya mewajibkan pemain naturalisasi memiliki kakek dan nenek atau orang tua lahir di negara tempat mereka akan mewakili tim nasional negara tersebut.

Sanksi ini menghebohkan publik Malaysia. Suporter menyebut insiden ini memalukan sementara Kementerian Dalam Negeri Malaysia punya alasan yang menyatakan bahwa pewarganegaraan yang mereka lakukan sah.

FAM sudah mengajukan banding atas kasus ini. Mereka kini menunggu keputusan Komite Banding FIFA yang kemungkinan akan diumumkan pada 30 Oktober mendatang.

Selain itu, Sekretaris Jenderal FAM, Datuk Noor Azman Rahman, telah dinonaktifkan dari jabatannya sehubungan dengan kasus dokumen palsu pemain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H