Babak Baru Kasus Pemalsuan Dokumen Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia, FAM Lapor Polisi

AKURAT.CO, Persatuan Sepakbola Malaysia (FAM) resmi mengajukan laporan atas dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi tim nasional mereka. Ini dilakukan untuk merespons sanksi lanjutan FIFA terhadap Malaysia.
Laporan ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Presiden FAM, Datuk Mohd Yusoff Mahadi, didampingi dua wakilnya, Datuk saran Nadarajah dan Datuk Mohd Azhar Jamaluddin, di Petaling Jaya, Kuala Lumpur, Rabu (24/12).
“FAM berkomitmen bekerjasama sepenuhnya dengan pihak Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) dan menghormati proses undang-undang yang sedang berjalan,” kata Yusoff Mahadi sebagaimana dipetik dari Berita Harian.
Baca Juga: Wartawan Malaysia Diserang, Diduga karena Soroti FAM dan TMJ dalam Kasus Naturalisasi Pemain
“Langkah ini mencerminkan komitmen FAM terhadap integritas, transparansi, dan tata Kelola demi menjaga kepentingan sepakbola negara.”
FIFA sendiri telah menghukum Malaysia denda sebesar 350 ribu Swiss disusul pembatalan hasil beberapa laga internasional tim nasional negara tersebut.
FIFA menetapkan Timnas Malaysia kalah 0-3 dalam pertandingan 1-1 melawan Cape Verde pada 29 Mei, menang 2-1 kontra Singapura pada 4 September, dan menang 1-0 atas Palestina pada 8 September.
Hukuman ini dijatuhkan karena Malaysia menurunkan tujuh pemain yang dinyatakan melakukan pemalsuan dokumen naturalisasi.
Ketujuh pemain itu adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hecto Hevel.
Malaysia juga sudah membentuk tim penyelidik independen untuk kasus ini. Tim yang disingkat dengan ICC ini dipimpin oleh mantan Ketua Mahkamah Agung Malaysia, Tun Md Raus Sharif.
Baca Juga: Anwar Ibrahim Tegaskan Tak Ada Yang Ditutupi dalam Penyelidikan Terhadap FAM
Namun, ICC disebut tak mendapatkan informasi mengenai dalang pemalsuan dokumen tujuh pemain terlibat. Hanya saja, lembaga ini menyarankan kepada FAM untuk membuat laporan polisi.
Saat ini, FAM juga memutuskan untuk menempuh jalan terakhir dengan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang bermarkas di Swiss.
Sanksi yang sedang diantisipasi oleh publik Malaysia saat ini adalah pembatalan hasil pertandingan di Kualifikasi Piala Asia 2027. Malaysia menurunkan pemain naturalisasi terlibat saat mengalahkan Nepal 2-0 dan Vietnam 4-0.
Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, membantah bahwa pihaknya sudah menjantuhkan sanksi sebagaimana FIFA kepada Malaysia. Sementara wewenang membatalkan hasil kualifikasi Piala Asia ada di tangan AFC.
“Tidak betul. Kami belum membuat keputusan apapun,” kata Windsor soal isu AFC telah menghukum Timnas Malaysia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









