Akurat

​Ferrari Terpuruk di Musim 2025, Lewis Hamilton Desak Perombakan Total Menuju 2026

Leo Farhan | 5 Januari 2026, 17:57 WIB
​Ferrari Terpuruk di Musim 2025, Lewis Hamilton Desak Perombakan Total Menuju 2026
 
AKURAT.CO, Lewis Hamilton menegaskan bahwa Scuderia Ferrari memiliki pekerjaan rumah yang menumpuk menyusul performa mengecewakan di musim Formula One (F1) 2025.
 
Meski begitu, juara dunia tujuh kali itu meyakini timnya tidak sedang berhalusinasi mengenai besarnya tantangan yang menanti di depan mata. Musim 2025 menjadi tahun yang jauh dari ekspektasi bagi publik Maranello.
 
Ferrari hanya mampu menyudahi kompetisi di peringkat keempat klasemen konstruktor. Padahal awalnya digadang-gadang bakal menjadi penantang kuat gelar juara dunia setelah kedatangan Lewis Hamilton.

​Musim Paling Kelam bagi Lewis Hamilton

​Realita di lintasan menunjukkan Ferrari justru tertinggal jauh dari para rival utamanya. Tim berlogo kuda jingkrak itu menyudahi musim tanpa satu pun kemenangan Grand Prix.
 
 
Bahkan bagi Hamilton, ini adalah catatan terburuk sepanjang kariernya di F1. Yakni musim pertama tanpa raihan podium tunggal.
 
​"Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan selama musim dingin," tegas Hamilton melansir laman resmi F1.
 
​"Kami akan menganalisis musim ini. Banyak peningkatan yang harus kami lakukan secara kolektif. Saya yakin tidak ada seorang pun di tim ini yang berhalusinasi, kami semua harus memainkan peran masing-masing. Saya percaya kami bisa bangkit."
 
​Tantangan Ferrari bukan sekadar soal mesin dan sasis baru yang akan diterapkan pada regulasi 2026. Sepanjang musim 2025, kelemahan operasional Ferrari berkali-kali terekspos di lintasan.
 
​Tak hanya itu, tensi internal juga sempat memanas, terutama hubungan antara Hamilton dan insinyur balapnya, Riccardo Adami. Situasi ini sempat memberikan tekanan berat kepada bos tim, Fred Vasseur.
 
 
Meski kontraknya diperpanjang di pertengahan musim, spekulasi mengenai masa depannya terus berembus kencang. ​Vasseur sendiri mengakui bahwa aspek detail menjadi musuh utama Ferrari musim ini.
 
​"Sangat mudah bagi tim untuk menemukan area di mana kami bisa sedikit lebih baik. Itu selalu terjadi selama 20 tahun terakhir. Kami selalu bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik pada beberapa detail tertentu," ujar Vasseur.
 
​Pria asal Prancis itu juga menyoroti persiapan ban sebagai salah satu aspek krusial. Menurutnya, kesalahan kecil di kualifikasi akibat manajemen ban yang buruk bisa berdampak fatal pada posisi klasemen, mengingat persaingan antartim saat ini sangat ketat.
 
​"Jika Anda mampu melakukan out lap yang lebih baik dan mendapatkan lebih banyak daya cengkeram dari ban, Anda bisa melakukan langkah besar dalam hal klasemen, bukan sekadar catatan waktu," jelasnya.
 
​Meski musim 2025 berjalan penuh rasa frustrasi, Vasseur menegaskan mentalitas tim tidak hancur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H