Lewis Hamilton Terpuruk dan Minta Diganti, Toto Wolff: Dia Masih Pembalap Terbaik!
Leo Farhan | 3 September 2025, 20:31 WIB

AKURAT.CO, Bos Mercedes, Toto Wolff, buka suara soal komentar mengejutkan Lewis Hamilton yang menyebut dirinya tidak berguna setelah gagal bersinar di ajang F1 GP Hungaria 2025 di Sirkuit Hungaroring, Mogyorod, Hungaria, Minggu (3/8) lalu.
Toto Wolff menegaskan bahwa pemilik tujuh gelar juara dunia F1 itu masih merupakan salah satu pembalap terbaik sepanjang masa meski sedang terpuruk di musim debutnya bersama Ferrari.
Lewis Hamilton dilanda kekecewaan besar usai tersingkir di sesi kualifikasi kedua F1 GP Hungaria dan hanya mampu finis di urutan ke-12 di Hungaroring. Padal, sirkuit tersebut selama ini kerap menjadi ladang prestasinya.
Dalam suasana murung, pembalap Inggris berusia 40 tahun itu bahkan sempat menyarankan Ferrari sebaiknya mencari pembalap lain untuk menggantikan dirinya.
"Saya bilang ke dia malam itu juga, dan saya ulangi keesokan harinya, bahwa (pernyataan) itu salah. Dia tetap GOAT (greatest of all time)," ujar Wolff dikutip Crash.
"Apakah pernah kalian dengar Michael Jordan bilang dirinya useless dan sebaiknya diganti? Tidak. Lewis hanya mengekspresikan emosinya, itu yang membuat dia istimewa. Tapi ucapan kali ini keluar di momen yang buruk, dan jelas tidak benar."
Hamilton memang menjalani musim perdana yang berat bersama Ferrari. Ia belum pernah naik podium dalam 15 balapan, bahkan gagal finis di GP Belanda pekan lalu. Sementara rekan setimnya, Charles Leclerc, tampil jauh lebih konsisten.
Baca Juga: Melempem di Separuh Musim 2025, Lewis Hamilton Mengaku Sering Debat dengan Mekanik Ferrari
Meski begitu, Toto Wolff yakin Lewis Hamilton masih memiliki kapasitas untuk mengejar gelar kedelapan yang akan memecahkan rekor dunia.
"Kalau Ferrari punya mobil terbaik, saya percaya dengan pengalaman Lewis, ia tetap bisa menjadi juara dunia," tegas Wolff.
Isu ketidakbahagiaan Hamilton di Ferrari pun ditepis Wolff. Menurutnya, situasi serupa pernah terjadi juga saat sang pembalap masih di Mercedes.
"Alasan dia pindah ke Ferrari masih valid sampai sekarang. Dia butuh suasana baru, dan kami juga. Ferrari saat itu terlihat lebih menjanjikan. Dan jangan lupa, setiap pebalap pasti bermimpi membalap untuk Ferrari. Lewis juga memang suka warna merah," katanya.
Dengan tersisa sembilan seri terakhir di musim ini, Hamilton dituntut untuk bisa segera bangkit bila ingin mengubah tren negatif sekaligus menjaga peluang mengukir sejarah baru di ajang balap F1.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









