Akurat

Begini Cara Greysia Tingkatkan Mental Apriyani dan Fadia Hadapi Olimpiade Paris 2024

Leo Farhan | 22 Juli 2024, 13:01 WIB
Begini Cara Greysia Tingkatkan Mental Apriyani dan Fadia Hadapi Olimpiade Paris 2024
 
AKURAT.CO Dalam lima hari ke depan, tim bulu tangkis Indonesia akan berjuang untuk bisa mengamankan medali di ajang Olimpiade Paris 2024. 
 
Bahkan untuk bisa mendapatkan hasil maksimal, skuad Cipayung melakukan training camp khusus di Chambly, Prancis, sejak 14 Juli lalu dibantu mentor-mentor berpengalaman.
 
 
Pada sektor ganda putri, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti akan dibantu Greysia Polii yang berperan sebagai mentor. Pengalamannya merebut emas Olimpiade Tokyo 2020 diharapkan bisa diikuti Apriyani dan Fadia.
 
"Saat training camp seperti ini, anak-anak harus kembali menguatkan fokus tujuan mereka ke sini itu untuk apa?" jelas Greysia dalam keterangan resminya, Minggu (21/7/2024).
 
"Saya pernah bilang, saat latihan berekspektasilah setinggi-tingginya. Tapi, ketika sudah bertanding, lupakan semua dan fokus pada permainan. Semoga anak-anak bisa menerapkan itu semua.
 
Greysia yang saat itu berpasangan dengan Apriyani meraih medali emas Olimpiade dalam situasi khusus. Di mana dunia saat itu tengah dihadapkan oleh virus Covid-19, membuat Olimpiade yang seharusnya bergulir pada tahun 2020, mundur ke tahun 2021.
 
Ketidakpastian tersebut bahkan sempat membuat persiapan Greysia menurun. Namun, dia dan Apri terus memantapkan mental dan coba melepaskan tekanan yang mereka hadapi saat itu.
 
"Di Tokyo 2020 ketika masih dalam keadaan pandemi Covid-19, tiga bulan sebelum pelaksanaan, saya dan semua tim masih bertanya-tanya, ini jadi tidak Olimpiade, diundur lagi atau batal, atau seperti apa," cerita Greysia.
 
"Semua serba tidak pasti membuat persiapan kami sempat turun. Akhirnya saya dan Apri mengutamakan latihan mental terlebih dahulu. Psikis kami ditempa agar bisa melepaskan tekanan yang sedang kami hadapi saat itu."
 
Bahkan saat menjalani traning camp di Kumamoto, Greysia mengakui dirinya mengalami stres yang cukup tinggi. Beruntung dia mampu melewati hal tersebut.
 
"Di Kumamoto level stres kami naik 1000%. Mau bertemu orang yang bahkan satu tim saja takut, di kamar juga stres dengan hal yang sama," sebut Greysia.
 
"Latihan mental yang tadi saya bilang benar-benar sangat membantu dalam mencari hiburan dan merilekskan pikiran."
 
Menurutnya, training camp di tempat berbeda akan membuat atlet yang turun di Olimpiade nanti kembali fresh dengan fokus yang tinggi. Apalagi, sebagai manusia normal, wajar jika merasa jenuh dengan tempat latihan yang sama sepanjang tahun.
 
"Selain itu, tim bisa lebih kompak. Suasana itu pada akhirnya bisa saja menentukan feel di lapangan," jelas Greysia.
 
 
Disinggung mengenai peluang Apriyani/Fadia di fase grup, Greysia meyakini peluang sangat terbuka walau mereka tergabung di grup neraka bersama Chen Qingchen/Jia Yifan, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, dan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.
 
"Kalau dari persaingan ganda putri, menurut saya, peringkat satu sampai ke Apri/Fadia itu sama rata. Tinggal bagaimana Apri/Fadia harus bisa mengaplikasikan semua yang sudah dipelajari, yang sudah didapat pada latihan ke lapangan," tukas Greysia.
 
"Orang bilang Apri/Fadia di grup yang tidak enak, tapi ini Olimpiade dan semua memang yang terbaik. Peluang selalu terbuka."
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
R