NOC Pastikan Atlet Pingpong Indonesia Bisa Tampil di Multievent dan Single Event Internasional
Leo Farhan | 9 Juli 2025, 14:54 WIB

AKURAT.CO, Komite Olimpiade (NOC) Indonesia memastikan bahwa seluruh atlet tenis meja Indonesia saat ini sudah bisa mengikuti semua kegiatan single maupun multievent internasional tanpa diskriminasi.
Hal ini diputuskan pada Annual General Meeting (AGM) International Table Tennis Federation (ITTF) 2025 di Doha, Qatar pada 27 Mei 2025.
Pada AGM tersebut, ITTF membuat beberapa keputusan yang salah satunya memberikan pengakuan terhadap Indonesia Pingpong League (IPL) sebagai asosiasi anggota di Indonesia dan telah dipublikasikan pada situs resmi mereka.
Baca Juga: Pemerintah Segera Bentuk Federasi Tenis Meja Nasional yang Baru, Menpora Ingin Menhum Jadi Ketua
Keputusan AGM telah mendapat persetujuan dari 2/3 NTTF (National Table Tennis Federation) yang hadir dan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Statuta ITTF.
Keputusan tersebut juga didasari kesepahaman antara ITTF dan Asian Table Tennis Union (ATTU) di mana keduanya mendukung pandangan NOC Indonesia bahwa olahraga tenis meja di Indonesia memerlukan awal yang baru.
ITTF juga menyatakan bahwa PP PTMSI dikeluarkan dari keanggotaannya. Selain itu, ITTF secara spesifik meminta kepada NOC Indonesia untuk membentuk Komite Transisi yang bersifat sementara hingga terlaksananya pemilihan pimpinan pengurus IPL yang akan diselenggarakan sesuai dengan konstitusi organisasi.
"Pasca tindak lanjut yang kami lakukan dengan ITTF terkait keluarnya PTMSI, kami dipercaya untuk membantu pembentukan badan baru yang akan menaungi tenis meja di Indonesia," kata Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari melalui keterangannya.
"Dalam prosesnya, dibentuk tim transisi yang diketuai Anindya Bakrie, Wakilnya Ita Yuliati, dari NOC Indonesia ada Harry Warganegara dan Sekjen Wijaya Noeradi yang sejak awal berkomunikasi dengan ITTF, serta Ferry Kono dari Inaspro."
Pria yang karib disapa Okto itu menyampaikan dalam setiap pengambilan keputusan, NOC Indonesia tetap melakukan koordinasi dengan International Federation (IF) dan disepakati bersama oleh anggota melalui keputusan Rapat Anggota.
Sehingga semua mekanisme yang dijalankan sudah sesuai prosedur yang ada di dalam AD/ART IF maupun NOC Indonesia sendiri.
"Bayangkan, kata ITTF masalah tenis meja di Indonesia sudah 20 tahun tidak beres-beres. Kami sampaikan, akan menyelesaikan dengan cara terbaik," jelas Okto.
"Alhamdulillah, berkat kerja sama stakeholder olahraga Indonesia, termasuk Kemenpora kita akan memiliki badan baru dari cabang olahraga tenis meja."
Dengan situasi ini, semua atlet, pelatih, wasit dijamin bisa mengikuti semua kegiatan single event maupun multievent walaupun ada konflik.
"Sebab domainnya ada di kami dan NOC Indonesia menjamin, selama sesuai persyaratan dan ketentuan yang diberlakukan oleh IF," jelas Okto.
Harry Warganegara menambahkan bahwa Komite Transisi Indonesia Pingpong League memiliki tiga tugas penting sesuai mandat yang diberikan ITTF. Sambil menunggu IPL menggelar kongres pemilihan pimpinan sesuai dengan Statuta yang relevan.
Komite Transisi juga tidak terbatas hanya untuk melakukan pendaftaran atlet dan ofisial di event-event tenis meja internasional saja. Namun juga melakukan penyelenggaraan event internasional di Indonesia apabila ada.
"Komite Transisi mempunyai tanggung jawab untuk melakukan pengelolaan tenis meja di Indonesia. Serta melakukan dan mengawasi penyelenggaran pemilihan pimpinan pengurus IPL," jelas Harry.
Dalam surat resmi ITTF kepada NOC Indonesia, Secretary General Raul Calin menyebut siap membantu dan mendukung selama proses transisi organisasi tenis meja untuk memastikan keberhasilannya dan memfasilitasi pemilihan dalam jangka waktu yang wajar dengan mematuhi prinsip-prinsip transparansi dan tata kelola yang baik.
"Kami sependapat dengan analisis Komite Olimpiade Indonesia tentang fakta bahwa sengketa tata kelola yang sudah berlangsung lama dalam tenis meja Indonesia dan masih belum terselesaikan," kata Raul Calin dalam suratnya.
"Oleh karena itu, kami sepenuhnya sependapat dengan posisi Komite Olimpiade Indonesia tentang perlunya memulai kembali lembaran baru olahraga tenis meja di Indonesia."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









