VIRAL Anak TikToker Cici Chania Dianiaya ART, Dipukul Hingga Dibanting ke Stroller

AKURAT.CO Viral putra TikToker Cici Chania, Farel, diduga dianiaya oleh asisten rumah tangganya (ART).
Melalui akun Instagram pribadinya, Cici membagikan rekaman video saat ART mengajak Farel jalan-jalan.
Menurut Cici, ART sering melakukan kekerasan terhadap putranya yang masih berusia satu tahun saat berada di luar rumah karena di dalam rumah ada banyak CCTV.
Dalam video tersebut, terlihat Farel duduk di stroller sementara ART duduk di depannya sambil bermain handphone.
Beberapa kali ART terlihat memukul dan membanting Farel ke stroller.
Baca Juga: PSI-PKS Dianggap Pragmatis dan Tidak Konsisten Jika Berkoalisi di Pilkada Jakarta
"Ya Allah, badan aku sampai gemetaran, maapin ibu ya de," tulis Cici yang dikutip dari Instagram @cicichaniaa.
"Dede kuat banget ga nangis, hancur hati ini ya Allah," tambahnya.
Video tersebut direkam oleh tetangga Cici dari dalam rumah.
"Manusia biadab, video ini didapat dari tetangga. Kalau di rumah dia tidak kelihatan main tangan karena ada CCTV di mana-mana. Ternyata di luar dia seperti ini," ungkap Cici.
Cici yang dikenal sebagai TikToker dengan kucing bernama Pororo, menegaskan bahwa ART tersebut bukanlah baby sitter putranya, melainkan hanya fokus mengurus rumah.
Baca Juga: Banyak Kelurga Jokowi Maju Pilkada, Golkar: Bukan Abuse of Power
Pada saat kejadian, Cici menyerahkan putranya kepada ART karena dirinya sedang melakukan live streaming untuk berjualan. Biasanya, bayinya diurus sendiri olehnya.
Dalam video terbarunya, Cici terlihat memarahi ART dengan penuh emosi.
"Muka dia tanpa penyesalan, di sini dia sudah saya jambak. Kalian tanya emosi apa aku, ini video pas emosi aku sudah reda," beber Cici.
Cici menyebut bahwa kejadian tersebut diduga berlangsung selama setengah jam, dari pukul 5 sampai setengah 6.
"Dari jam 5 sampai jam setengah 6, waktu setengah jam dan dia siksa anak," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









