Wedding Organizer Ayu Puspita: Terungkap Modus Penipuan Rp16 Miliar, Dana Klien untuk Rumah Mewah dan Liburan?

AKURAT.CO Kasus dugaan penipuan yang melibatkan pemilik Wedding Organizer (WO) bernama Ayu Puspita telah menimbulkan kerugian besar dan trauma mendalam bagi ratusan calon pengantin di Jakarta.
Ayu Puspita diduga menggunakan dana klien untuk kepentingan pribadi, termasuk membeli rumah mewah dan berlibur ke luar negeri.
Modus Penipuan WO Ayu Puspita
Ayu Puspita mengakui bahwa manajemen keuangan perusahaannya berantakan.
Ia menggunakan dana dari klien baru serta pemasukan dari pameran pernikahan untuk menutupi tanggungan acara sebelumnya.
Skema yang dijalankannya disebut-sebut mirip pola ponzi, yang mengandalkan klien baru untuk membayar kewajiban lama.
Skema ini pada akhirnya runtuh, menyebabkan kerugian besar bagi banyak pasangan.
Penggunaan Dana dan Pengakuan Pelaku
“Saya menggunakan sebagian dana untuk membayar uang muka rumah, tapi sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien,” jelas Ayu Puspita yang dikutip dari berbagai sumber, Senin (8/12/2025).
Pengakuan ini mengejutkan publik, terutama karena dana klien disebut digunakan untuk membeli rumah mewah dan berlibur ke luar negeri.
Ayu Puspita Dinanti juga menutup akun Instagram dan membatasi dua akun Instagram lainnya yang digunakan sebagai kedok usaha vendor pernikahan setelah kasus dugaan penipuan ini mencuat.
Dampak pada Korban WO Ayu Puspita
Ratusan pasangan yang terdampak menuturkan bagaimana acara pernikahan mereka berubah menjadi pengalaman traumatis.
Banyak dari mereka yang telah menabung bertahun-tahun untuk hari bahagia mereka harus menghadapi kenyataan pahit, seperti katering yang tidak hadir di hari pernikahan.
Salah satu korban, Tamay (26), menjelaskan bahwa dugaan penipuan ini mulai terungkap setelah perias pengantin mengunggah kejadian di media sosial TikTok.
“Jadi dia ada beberapa acara hari Sabtu itu, terus ternyata bermasalah. Katering makanannya enggak datang, cuma ada dekornya,” ungkap Tamay.
“Tadi di jam 12.00 WIB kami mutusin hitung. Total kerugian yang udah kami coba buat 15-16 miliar,” tambahnya
Korban lain, Samuel, menceritakan pengalamannya pada pernikahan tanggal 6 Desember 2025 di Gedung Pelindo, Jakarta Utara.
Ia mengeluhkan bahwa meskipun sudah membayar lunas Rp 82 juta, katering tidak hadir dan tamu pulang lebih awal.
Informasi yang beredar di media sosial dan grup korban menyebutkan bahwa pemilik WO sempat dibawa ke Mapolda Metro Jaya oleh salah satu keluarga korban.
Setelah pemeriksaan selama empat jam, pemilik WO dibebaskan dengan alasan telah bernegosiasi dengan korban.
Total kerugian dari 230 pasangan yang menjadi korban dugaan penipuan ini diperkirakan mencapai Rp 15-16 miliar, baik untuk acara yang sudah berlangsung maupun yang akan datang.
Tindak Lanjut dan Reaksi Publik
Ketika kasus ini mencuat di media sosial, banyak korban mendatangi rumah Ayu Puspita untuk menuntut pertanggungjawaban.
"Tadi sudah ke rumah Ayu Puspita WO penipu, ternyata ini rumah baru di tempatin beberapa bulan, bahkan RT RW gak tahu dia tinggal disitu karena baru. Jangan-jangan duit gue dan ratusan korban lain dipakai buat beli rumah sama dia, rumahnya gede banget coy," ungkap salah satu korban.
Hal ini memicu kemarahan publik dan spekulasi bahwa dana korban digunakan untuk membeli rumah tersebut.
Kasus ini kini ditangani oleh pihak kepolisian. Samuel menyebut bahwa Ayu sempat dilaporkan ke Polda Metro Jaya namun dipulangkan sementara.
Namun, korban lainnya kemudian menggerebek Ayu dan suaminya di rumah kontrakan mereka di Jakarta Timur, dan saat ini kasus tersebut dibawa ke Polres Jakarta Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









