Akurat Logo

PSI-PKS Dianggap Pragmatis dan Tidak Konsisten Jika Berkoalisi di Pilkada Jakarta

Atikah Umiyani | 12 Juli 2024, 12:52 WIB
PSI-PKS Dianggap Pragmatis dan Tidak Konsisten Jika Berkoalisi di Pilkada Jakarta

AKURAT.CO Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dianggap tidak konsisten jika keduanya berkoalisi dalam Pilkada Jakarta 2024.

Pernyataan ini disampaikan oleh Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, yang merespons pertemuan PSI dan PKS yang berujung ajakan untuk mengusung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024.

Menurut Emrus, koalisi antara PSI dan PKS akan menimbulkan anggapan bahwa kedua partai tidak konsisten dalam bersikap, mengingat sebelumnya mereka sering berseberangan.

Baca Juga: Strategi Investasi Bitcoin El Salvador: Pembelian Harian dan Potensi Jangka Panjang

PSI dikenal sebagai salah satu partai yang paling keras mengkritik Anies selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Saya kira ini menunjukkan PKS dan PSI sebagai partai yang tidak konsisten. Karena bahwa mereka sebelumnya berseberangan, kok sekarang berencana untuk mengusung Anies," kata Emrus kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/7/2024).

Emrus menilai, wacana kerja sama tersebut hanya akan merugikan PKS. Sebagai partai yang ideologis, kerja sama ini justru hanya akan membingungkan pemilih dan kelompok akar rumput PKS.

Baca Juga: Trending! Reaksi Senyum Canggung Zelensky usai Joe Biden Salah Menyebutnya sebagai 'Presiden Putin'

"Dalam politik, konsistensi sangat diperlukan karena rakyat tidak dibuat pada posisi ambigu atau bingung," ucapnya.

Emrus juga menganggap kerja sama PSI-PKS ini sebagai kerja sama yang pragmatis. Dia menduga, kerja sama ini dilakukan hanya untuk mengamankan posisi Kaesang sebagai pendamping Anies di Pilkada Jakarta.

"Saya setuju dengan ibu Megawati bahwa politik kita sangat pragmatis. Memang iya, sehingga politik di Indonesia bukan mengedepankan orientasi pada kesejahteraan rakyat, tetapi bagaimana memenangkan mereka di kontestasi, baik di pileg, pilpres, maupun pilkada," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK