Apa Arti Murtad? Ketahui Pengertian, Dalil, Hingga Akibatnya Kepada Orang Tersebut!

AKURAT.CO Dalam ajaran agama Islam, murtad diartikan secara khusus yaitu mengacu pada seseorang yang memutuskan untuk meninggalkan keyakinan dan praktik Islam yang dianut sebelumnya.
Jadi, orang tersebut sudah keluar dari agama Islam yang akan disebut murtad. Memang ada banyak alasan dan penyebab untuk keluar dari agama, mulai dari keyakinan, perbuatan, atau ucapan seseorang.
Dalam ajaran Islam, tindakan murtad tersebut telah dianggap sebagai pelanggaran berat, dengan interpretasi dan konsekuensi yang berbeda tergantung pada konteks budaya, hukum, dan sosial.
Mengutip berbagai sumber, Kamis (9/11/2023), berikut ini penjelasan lengkap mengenai arti murtad yang akan dijelaskan lebih lengkap.
Baca Juga: Disebut Murtad oleh Warganet, Bunga Zainal: Semua Agama Bisa Masuk Surga
Apa Itu Murtad?
Istilah "murtad" berasal dari bahasa Arab dan berarti "keluar" atau "berpaling". Dalam agama Islam, ini mengacu pada seseorang yang sudah berpindah prinsip dan tindakan dari Islam.
Hukum Islam menganggap murtad sebagai pelanggaran serius. Dalam beberapa negara dengan sistem hukum Syariah Islam, murtad dapat dikenakan hukuman seperti denda, penjara, atau bahkan hukuman mati.
Namun, perlu diingat bahwa hukuman ini dapat berbeda tergantung pada negara dan interpretasi hukum Islam yang berlaku di sana.
Salah satu hal penting yang harus kamu ketahui, perspektif dan perlakuan terhadap murtad dapat berubah-ubah di berbagai negara.
Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB mengakui kebebasan beragama, yang berarti bahwa setiap orang memiliki hak untuk memilih agama atau kepercayaan mereka sendiri sesuai dengan kehendaknya.
Selain itu, dalam al-Fiqh 'alaa al Madhaahib al-Arba'at, Abdurrahman al-Juzairi digambarkan sebagai orang Islam yang memutuskan untuk menjadi kafir setelah mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengikuti aturan Islam.
Dalil Tentang Murtad di Al-Quran
1. Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 217
Allah melarang seseorang untuk murtad, karena mereka akan kekal di dalam neraka.
Baca Juga: Hukum Orang yang Murtad Kembali Masuk Islam, ini Ketentuannya
وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُو۟لَٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ
“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
2. Al-Quran surah An-Nahl ayat 106
Allah mengingatkan orang kafir akan mendapatkan azab yang besar.
مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ إِيمَٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُۥ مُطْمَئِنٌّۢ بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
“Barangsiapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar.”
3. Al-Quran surah An-Nisa ayat 137
اِنَّ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا ثُمَّ كَفَرُوۡا ثُمَّ اٰمَنُوۡا ثُمَّ كَفَرُوۡا ثُمَّ ازۡدَادُوۡا كُفۡرًا لَّمۡ يَكُنِ اللّٰهُ لِيَـغۡفِرَ لَهُمۡ وَلَا لِيَـهۡدِيَهُمۡ سَبِيۡلًا
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman lalu kafir, kemudian beriman (lagi), kemudian kafir lagi, lalu bertambah kekafirannya, maka Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus).”
Baca Juga: Polemik Larang Pakai Bahasa Sunda, TB Hassanudin: Arteria Dahlan Murtad dari Pakem Ideologi PDIP
4. Hadis dari Sahih Bukhari
Dalam hadis tersebut, Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang menukar agamanya, bunuhlah dia.”
Penyebab Orang Murtad
1. Pernah mengalami trauma berat
Seseorang yang memutuskan untuk murtad dapat disebabkan pernah melalui pengalaman negatif, seperti kehilangan yang berat, konflik sosial, atau perlakuan yang tidak adil dari orang-orang yang beragama sama.
Hal tersebut dapat membuat seseorang mempertimbangkan atau meninggalkan agama mereka karena sudah tidak percaya.
2. Ragu dengan keyakinannya
Seseorang mungkin mulai mempertanyakan keyakinan atau ajaran Islam mereka, maka mereka akan menghadapi pertanyaan yang sulit dijawab atau menghadapi konflik antara keyakinan mereka dan bukti yang mereka temui.
3. Adanya perubahan nilai
Baca Juga: Musni Umar: Murtad Dikaitkan Omnibus Law Cipta Kerja Heboh karena Disalahpahami
Nilai-nilai dan perspektif seseorang dapat berkembang seiring berjalannya waktu. Mungkin saja, seseorang dapat merasa tidak lagi cocok dengan keyakinan mereka karena merasa sudah menemukan prinsip atau perspektif baru yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.
4. Kecewa dengan institusi agama
Rasa kecewa atau frustrasi dengan praktik atau tindakan yang dilakukan oleh institusi agama, bisa menjadi penyebab mereka melihat ketidaksesuaian antara ajaran agama sehingga memilih untuk murtad.
5. Mencari spriritualitas alternatif
Beberapa orang mungkin ingin meneliti atau mengadopsi kepercayaan atau spiritualitas lain selain agama Islam.
Itulah penjelasan lengkap mengenai murtad menurut kepercayaan agama Islam, yang tidak boleh dipermainkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









