Kemenkeu Siapkan Pembiayaan hingga Fasilitas Ekspor untuk UMKM Naik Kelas

AKURAT.CO Pemerintah mengandalkan sejumlah instrumen fiskal untuk memperluas akses pembiayaan dan pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dukungan tersebut mencakup fasilitas perpajakan, pembiayaan berbunga terjangkau, hingga pendampingan untuk membuka akses ke pasar ekspor.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Luky Alfirman mengatakan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan jumlah pelaku usaha.
Pemerintah juga ingin mendorong peningkatan kualitas produk, memperluas jaringan bisnis, serta memperkuat kemampuan UMKM agar mampu bersaing di pasar internasional.
"Ini bukan sekadar menambah jumlah UMKM, tetapi kita ingin UMKM kita itu naik kelas. Perbaikan kualitasnya, memperluas jaringannya, bagaimana mengakses pembiayaannya, dan seterusnya," kata Luky saat membuka ROEANG KITA, UMKM Festival dan Trade Expo di Summarecon Mall Bandung, Jumat (6/11/2026).
Baca Juga: Daftar 5 Pejabat Kemenkeu yang Baru Dilantik Suahasil, Cek Profil Lengkapnya
Dukungan pemerintah terhadap sektor UMKM disalurkan melalui beberapa instrumen di bawah Kementerian Keuangan. Dari sisi perpajakan, pemerintah memberikan kemudahan dan fasilitas dengan mempertimbangkan skala serta kemampuan pelaku usaha.
Sementara dari sisi pembiayaan, pemerintah menyediakan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Skema ini ditujukan untuk memberikan akses pendanaan dengan bunga terjangkau bagi pelaku usaha ultra mikro.
Pemerintah juga menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan subsidi bunga. Selain itu, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) turut memberikan dukungan bagi UMKM yang ingin memperluas jangkauan bisnis ke pasar luar negeri.
Baca Juga: BPDP Perkuat Integrasi UMKM Perkebunan dalam Ekosistem Industri melalui Indovex 2026
Menurut Luky, dukungan tersebut perlu diikuti pelaksanaan yang efektif agar fasilitas pemerintah benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Karena itu, koordinasi diperlukan tidak hanya di lingkungan Kementerian Keuangan, tetapi juga dengan kementerian dan lembaga lain, pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta pelaku industri.
"Kita ingin UMKM itu tidak tumbuh sendirian, tapi tumbuh bersama suatu ekosistem usaha yang saling mendukung. Kita ingin benar-benar bagaimana implementasi, bagaimana eksekusinya, sehingga manfaat itu benar-benar dirasakan oleh UMKM," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar







